Translate

Total Tayangan Laman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Kamis, 15 April 2010

Review Film Blind Side

Film yang diadaptasi dari kisah nyata ini bercerita tentang Michael Oher (Quinton Aaron), anak seorang pecandu yang hidup di lingkungan kumuh. Ketika kecil, Michael diambil paksa oleh negara dari ibunya. Michael pun lari dari panti sosial dan memilih tinggal di tempat yang ia sukai. Saat orang yang menampungnya tiba-tiba meninggal, Michael pun tidak punya tempat tinggal. Ia lalu berniat untuk tinggal di sekolah.

Di dalam perjalanan menuju sekolah, Michael berpapasan dengan Sean Tuohy (Tim McGraw), isterinya, Leigh Anne (Sandra Bullock) dan anak mereka, S.J. (Jae Head). Merasa kasihan, Leigh Anne lalu menawari Michael tempat tinggal sementara. Belakangan, setelah berdiskusi dengan semua anggota keluarganya, termasuk Collins (Lily Collins), anak perempuannya, maka pasangan Tuohy berniat mengadopsi Michael sebagai anak mereka. Leigh Anne pun menemui ibu Michael dan membuat proses adopsi itu menjadi legal.

Masalah timbul karena Michael tidak terlalu pandai di sekolah dan sangat tertinggal dalam pelajarannya. Berkat pertolongan guru-gurunya dan melalui guru pembimbing, Michael berhasil memperbaiki prestasi akademiknya. Michael juga bergabung dengan tim football di sekolahnya. Awalnya, Michael yang tidak mengerti bagaimana bermain football juga menjadi olok-olok karena ia berbadan besar, tapi tidak bisa membawa tim footballnya berjaya. Berkat penjelasan yang diberikan Leigh Anne, maka Michael pun bisa bermain dengan baik, bahkan menarik perhatian banyak promotor football untuk menjadikan Michael pemain football profesional. S.J. yang kemudian menjadi manager Michael.

Selesai masalah yang satu, muncul masalah lain. Keluarga Tuohy menghadapi tuduhan bahwa mereka mengadopsi Michael tapi mengarahkannya untuk memilih universitas yang juga dimasuki oleh pasangan Tuohy dan guru pembimbingnya. Michael yang marah karena merasa dimanipulasi lari dari rumah, tapi Leigh Anne tetap gigih mencari Michael dan menjelaskan kesalahpahaman di antara mereka.

Scene yang saya sukai adalah saat Michael membaca plat dari Wingate Christian School. Di plat itu tertulis, "With men this is possible, with God all things are possible - Lawrence Taylor". Sedang scene yang lucu adalah ucapan Sean saat Leigh Anne mempertanyakan sikap Michael yang tidak ia pahami, begitu juga saat Michael bertanya tentang sikap Leigh Anne yang tidak ia mengerti. Sean berkata, "Dia seperti bawang. Kau harus mengupasnya selapis demi selapis." Saya rasa ungkapan ini memang benar. Manusia memang kompleks, kadang kita tidak dapat langsung memahami orang lain, perlu waktu dan proses sampai semua lapisan ketidaksepahaman bisa terkupas.

Scene yang menyentuh dari film ini adalah saat Leigh Anne berujar di akhir film bahwa ia membaca di surat kabar tentang seorang anak yang keluar-masuk panti sosial dan terlibat dalam geng. Anak itu terbunuh dalam perang antar geng di sebuah jalan desa, tepat di hari ulang tahunnya. Leigh merasa bersyukur bahwa ia telah mengambil keputusan untuk mengadopsi Michael; karena jika tidak, bukan tidak mungkin Michael juga akan berakhir seperti anak yang terbunuh itu.

* Gambar dipinjam dari sini.

2 komentar:

alice in wonderland mengatakan...

jadi pengen nonton juga yang ini. Aku punya misi mau nonton film2 nominasi Oscar... saat ini lg nonton Hurt Locker tapi belum selesai....

Selvia Lusman mengatakan...

Hehe... Kalo nonton setengah jalan gitu, apa ngga lupa ceritanya?