Translate

Total Tayangan Laman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Kamis, 18 Maret 2010

Review Film Case 39

Review ini adalah tag dari A.B.Satria Tataka.

Film ini bercerita tentang Emily Jenkins (Renee Zellweger), seorang pekerja sosial yang menangani kasus no 39 yaitu seorang anak perempuan bernama Lillith Sullivan (Jodelle Ferland) yang selalu tertidur selama mengikuti pelajaran di sekolah. Emily lalu berinisiatif menemui keluarga Sullivan. Orang tua Lillith menyambut kedatangan Emily dengan sikap yang tak ramah. Emily pun menemui Lillith di sekolah. Dari gadis kecil itu Emily berusaha mengorek keterangan tentang apa yang terjadi. Lillith mengaku pada Emily bahwa kedua orang tuanya membencinya dan bahkan bermaksud mengirimnya ke neraka. Meski tak ada tanda-tanda siksaan fisik pada Lillith, Emily mendesak atasannya, Wayne (Adrian Lester) untuk mengembangkan penyelidikan dan tidak cepat-cepat menutup kasusnya.

Saat Lillith menelepon Emily, Emily pun bergegas menuju kediaman Sullivan dan menelepon detektif Mike Barron (Ian McShane). Mereka tiba tepat waktu saat kedua orang tua Lillith tengah memasukkannya ke dalam oven dan membakarnya. Kedua orang tua Lillith lalu dimasukkan ke RSJ. Lillith untuk sementara dirawat negara, meski ia meminta supaya diperbolehkan untuk tinggal bersama Emily. Meski tadinya merasa enggan, Emily tersentuh dengan penderitaan Lillith dan mengurus ijin untuk mengadopsi Lillith sampai ia mendapatkan keluarga baru.

Lillith lalu mendapat perawatan pasca trauma dan ditangani oleh Douglas J. Ames (Bradley Cooper). Diego Ramirez (Alexander Conti), salah satu anak yang berada dalam grup yang sama dengan Lillith tiba-tiba membunuh orang tuanya secara sadis. Mike merasa heran karena pembunuhan tsb terjadi setelah Diego menerima telepon yang berasal dari rumah Emily. Lillith menyangkal telah menelepon Diego, tapi setelah Emily mendapat kesempatan menemui Diego, ternyata memang Lillith yang meneleponnya. Emily belum selesai bertanya saat Diego tiba-tiba mendapat serangan dan tewas.

Merasakan kejanggalan dalam diri Lillith, Douglas lalu menanyai Lillith. Dalam sesi tanya jawab itu Douglas merasakan ancaman dan teror yang ditebarkan Lillith. Ia lalu memberitahukan hal itu pada Emily. Tak lama setelah itu, Douglas terbunuh di apartemennya. Emily pun mulai mencurigai Lillith dan menemui orang tua Lillith di RSJ. Margaret (Kerry O'Malley), ibu Lillith terus mengalami delusi terbakar sehingga tidak dapat diajak bicara. Emily berhasil bicara dengan Edward (Callum Keith Rennie) yang memberitahu Emily bahwa sejak Lillith dilahirkan, orang-orang di sekeliling mereka mulai meninggal secara tidak wajar.

Emily lalu memberitahu Mike. Mereka pun sepakat untuk membunuh Emily. Sayangnya Lillith terlebih dulu membunuh Mike di tempat parkir dan membuatnya terlihat seolah-olah Mike bunuh diri. Lillith makin menjadi. Meski Emily mengunci diri di dalam kamar, tapi Lillith berhasil mendobrak masuk. Emily lalu memberi obat tidur pada Lillith dan membakar rumah. Tapi Lillith ternyata tidak tidur dan berhasil keluar dari rumah. Emily terjebak bersama Lillith.

Di akhir film, Emily melajukan mobilnya sekencang mungkin hingga terjatuh ke laut. Ia lalu membenamkan Lillith hingga tewas. Emily pun berhasil naik ke permukaan.

Film ini cukup menegangkan. Jenis film horor yang tidak konyol. Meski tidak seintens Poltergeist dan semacamnya, tapi akting Zellweger cukup mewakili ketakutan dan teror yang dialami Emily selama menjadi ibu asuh Lillith.

5 komentar:

AB.SatriaTataka mengatakan...

film ini jenisnya film menipu pemirsa, seolah2 si anak korban KDRT tapi justeru akhirnya sebaliknya, hiks..shocking juga. mirip2 sama the orphan

Sri Riyati Sugiarto & Kristina Melani Budiman mengatakan...

hi grace...aku jadi follower blog kamu ya..soalnya aku juga seneng nonton film. aku dah nonton film case 39 ini. menurutku filmnya ga gitu bagus ya..karena ceritanya kurang jelas gitu...siapa si lilith itu. cuma dibilang kalo lilith titisan setan..tapi setan dari mana ga dikasih tau..or aku yang ga ngerti ceritanya ya hehe...
tapi buat mengisi waktu ya bolehlah film ini ditonton..

Grace Receiver mengatakan...

@AB. Satria Tataka: Ya, mirip The Orphan. @Sri Riyati & Kristina: Thx sudah jadi followerku. Filmnya memang kurang detil, tapi sebelum nonton film ini, saya nonton film horror yang ceritanya lebih aneh. Makanya film ini terasa tidak begitu konyol. Hehe...

Winda Puspita mengatakan...

Btw film ini lagi di puter kembali di transtv berhubung penasaran sama endingnya jadi nyasar deh ke blog ini.hehehe..emang siih asal usul lilith itu ga jelas. Tapi karena gw ini penakut tettepp aja ini bikin tegang hahahaha

Azis Andriansyah mengatakan...

Barusan nntn film itu, emang seru, tpi krang jelas ceritanya