Translate

Total Tayangan Laman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Senin, 08 Februari 2010

Review Film Did You Hear About The Morgans?



Film ini ditulis dan disutradarai oleh Marc Lawrence. Bercerita tentang Meryl  (Sarah Jessica Parker) dan Paul Morgan (Hugh Grant), pasangan suami-isteri yang bermasalah. Meryl dan Paul tinggal terpisah setelah Meryl mengetahui perselingkuhan Paul. Saat tengah berjalan kaki sambil membicarakan masalah mereka, Paul dan Meryl tanpa sengaja melihat seorang pria dibunuh dan mayatnya dijatuhkan dari jendela. Maka si pembunuh bayaran pun mengincar mereka. Polisi pun membawa mereka ke Wyoming ke rumah perlindungan bagi saksi mata. Paul dan Meryl mendapat identitas baru dan nama belakang mereka pun berubah menjadi Foster.

Sarah dan Paul terpaksa beradaptasi dengan tempat tinggal mereka yang baru. Sarah yang vegetarian sempat frustasi karena makanan yang disajikan Emma Wheeler (Mary Steenburgen), pemilik rumah perlindungan tsb tidak jauh-jauh dari daging. Mereka bahkan tidak diijinkan menggunakan telepon untuk menghindari terlacak oleh si pembunuh bayaran. Saat membawa Paul berobat setelah hampir diserang beruang grizzly, Sarah diam-diam menggunakan telepon si dokter untuk mendaftarkan diri dalam program adopsi anak. Akibat telepon ini si pembunuh yang menggunakan google maps berhasil melacak keberadaan Paul dan Sarah.

Film ini bergenre komedi, jadi tidak heran jika film ini berakhir happy ending. Si pembunuh bayaran berhasil dibekuk dan Paul-Sarah akhirnya berbaikan setelah menyadari bahwa mereka masih saling mencintai. Sebagai sebuah film komedi, film ini tidak terlalu lucu. Memang ada scene lucu saat Paul diserang beruang grizzly atau saat asisten wanita Sarah tanpa sengaja menyetrum rekan kerjanya hingga terkapar di lantai, tapi scene Paul-Sarah berusaha menghindar dari si pembunuh bayaran rasanya kurang tergali. Jika film ini sarat adegan action yang lucu ala Hollywood Homicide, mungkin film ini bisa lebih lucu. Mungkin karena film ini juga dimaksudkan sebagai komedi-romantis maka scene action di film ini porsinya sangat sedikit.

Tidak ada komentar: