Translate

Total Tayangan Laman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Senin, 15 Februari 2010

Review Buku First Love

Review ini saya dedikasikan untuk Herny S. Yahya yang menghadiahi saya buku di bawah ini sebagai hadiah ulang tahun saya yang ke-31.

 First Love ditulis oleh sastrawaan Rusia bernama Ivan Turgenev yang hidup pada tahun 1818 hingga 1883. Konon buku ini adalah karya terbaik Turgenev. Di Indonesia buku ini diterbitkan oleh Penerbit Selasar dengan judul Cinta Pertama.

Pada bagian prolog buku ini diceritakan tiga karakter yaitu si tuan rumah, Sergey Nicolayevich dan Vladimir Petrovich yang sudah berusia 40 tahun. Ketiga orang ini bicara tentang cinta pertama mereka. Petrovich menolak untuk menceritakannya secara lisan, tapi berjanji untuk menuliskannya. Dua minggu kemudian ia bertemu lagi dengan mereka dan memenuhi janjinya. Cerita tentang Petrovich muda ini yang menjadi sentral dari novel ini, sedang kedua orang lainnya dalam bagian prolog sudah tidak disebut-sebut lagi hingga akhir cerita.

Petrovich berayahkan Pyotr Vassilievich. Ibu Petrovich sepuluh tahun lebih tua dari ayahnya. Mereka tinggal di Moskow. Pada saat itu Petrovich baru berusia 16 tahun pada musim panas tahun 1833. Ia tengah mempersiapkan diri untuk masuk ke universitas. Pada tanggal 9 Mei, mereka pindah ke pedesaan. Tiga minggu kemudian rumah di sebelah mereka ditempati oleh keluarga Zasyekin yang bergelar bangsawan tapi miskin. Bermula dari princess tua yang mengirim surat ke ibu Petrovich untuk meminta pertolongannya, Petrovich lalu berkenalan dengan Zinaida Alexandrovna, anak dari princess tua tsb yang berusia 21 tahun.  Zinaida ini memiliki banyak pengagum yang menaruh hati padanya. Di antara mereka ada seorang count berkebangsaan Polandia, Looshin yang seorang dokter, penyair bernama Maidanov, purnawirawan kapten Nirmatsky yang berumur sekitar 40 tahun dan Byelovzorov yang menghadiahi Zinaida seekor anak kucing.

Setiap hari Petrovich selalu bermain di rumah Zinaida meski ibunya dan si princess tua tidak menyukai kehadirannya. Bersama pengagum-pengagum Zinaida yang lainnya, Petrovich memainkan banyak permainan, mulai dari permainan denda di mana pemenang yang beruntung berhak mencium tangan Zinaida, hingga ke permainan analogi. Petrovich meski lebih muda dari Zinaida dan pengagum-pengagum lainnya juga jatuh hati pada Zinaida dan ia merasa sangat tersiksa karena Zinaida menganggapnya tak lebih dari anak kecil.

Suatu hari Zinaida berubah. Ia tampak murung dan Petrovich bahkan pernah memergokinya menangis. Tak lama setelah itu ayah dan ibu Petrovich bertengkar. Penyebabnya adalah sebuah surat yang diterima ibunya dari Count Malevsky yang memberitahu perselingkuhan ayahnya dengan Zinaida. Akibatnya mereka pun kembali ke kota. Meski tidak bisa membayangkan mengapa Zinaida malah jatuh cinta pada ayahnya dan bukan pada salah satu pengagumnya, tapi Petrovich tidak menyalahkan Zinaida maupun ayahnya.

Mulanya Petrovich mengira tak akan bertemu lagi dengan Zinaida, tapi pada saat berkuda dengan ayahnya, Petrovich yang tak sabar setelah ayahnya menitipkan kudanya lalu menghilang, ia lalu mencari ayahnya yang ternyata tengah bicara dengan Zinaida di sebuah rumah. Ia bahkan melihat ayahnya mencambuk tangan Zinaida sebelum masuk ke dalam rumah. Dua bulan kemudian Petrovich masuk ke universitas dan enam bulan kemudian ayahnya meninggal akibat stroke.

Setelah Petrovich lulus dari universitas, ia bertemu Maidanov di teater yang memberitahunya bahwa Zinaida telah menikah dengan Dolsky. Meski Maidanov menyarankan Petrovich untuk menemui Zinaida, tapi ia menundanya hingga berminggu-minggu. Saat Petrovich akhirnya memberanikan diri dan mengunjungi Zinaida, ternyata Zinaida sudah meninggal empat hari sebelumnya saat melahirkan. Setelah itu Petrovich menghadiri pemakaman si princess tua yang meninggal beberapa hari kemudian setelah kematian Zinaida.

Sebagai sebuah karya sastra, ternyata novel ini tidak seberat yang saya kira saat mengawali membaca buku ini. Detil dalam novel ini samar saja disampaikan seperti detil mengapa Zinaida bisa jatuh hati pada ayah Petrovich dan mengapa ia bisa menemukan Zinaida saat mereka telah pindah ke kota. Seperti umumnya karya klasik penggambaran karakter Zinaida juga digambarkan demikian cantik dan luar biasa sehingga semua pengagumnya, dari mulai yang belia seperti Petrovich muda hingga Nirmatsky yang setengah baya, semua dibuat tak berdaya dan takluk dengan pesona Zinaida. Entah karena terjemahannya yang bagus atau memang novel ini yang ceritanya ringan, tapi saya masih bisa membacanya tanpa konsentrasi penuh. Saya bahkan bisa membacanya sambil browsing berita Kimi Raikkonen di WRC.

3 komentar:

Fanda mengatakan...

Khas sastra ya, yg lebih detail ke karakter ketimbang jalinan cerita.

Zaki Abd mengatakan...

Ada link yg full bahasa indonesia nya gak ?

Selvia Lusman mengatakan...

@Zaki: Wah, ngga tahu tuh.