Translate

Total Tayangan Halaman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Rabu, 24 Februari 2010

Review Buku Dead Sleep

Review ini saya dedikasikan untuk Herny S. Yahya yang sudah menghadiahi saya novel di bawah ini.

Novel ini diterbitkan di Indonesia dengan judul Lukisan Kematian dan diterbitkan oleh Penerbit Bentang. Bercerita tentang Jordan Glass, jurnalis foto perang berusia 40 tahun. Karena kelelahan akibat tekanan pekerjaannya, Jordan lalu beristirahat sejenak sambil mengerjakan proyek fotonya yang berjudul Weather. Jordan lalu pergi ke Hongkong Museum of Art, mengikuti saran seorang temannya untuk melihat pameran lukisan di sana. Ketika ia melihat seri lukisan Women in Repose, Jordan terkejut karena saudara kembarnya, Jane yang telah hilang berbulan-bulan menjadi model dari salah satu lukisan itu, terlebih ada dugaan semua model lukisan tsb sudah mati. Jordan pun mendokumentasikan beberapa dari seri lukisan itu dengan kameranya meski tidak diperbolehkan oleh pihak museum, lalu lekas-lekas melarikan diri sebelum pihak museum menyita kameranya.

Jordan lalu menghubungi FBI yang menangani kasus hilangnya saudara kembarnya. Jane adalah salah satu dari serangkaian kasus menghilangnya wanita-wanita muda dari kawasan New Orleans. Jordan yang pada penyelidikan sebelumnya merasa tidak dilibatkan oleh FBI dalam upaya pencarian Jane, bertekad menyelidiki sendiri. Ia lalu pergi ke galeri seni milik Christopher Wingate yang bertanggungjawab dalam pendistribusian seri lukisan Women in Repose.

Saat mencoba mengorek keterangan dari Wingate, gedung tiba-tiba terbakar. Wingate yang berusaha menyelamatkan seri lukisan terbaru Women in Repose akhirnya tewas dalam kebakaran, sementara Jordan berhasil menyelamatkan diri meski tangga darurat juga dirusak oleh si pelaku pembakaran yang berusaha menyerangnya setelah tahu ia lolos. Beruntung Jordan berhasil menyelamatkan diri dengan cara membaur di kerumunan orang yang menonton kebakaran. Sementara detektif yang ditugaskan untuk melindungi Jordan secara diam-diam,  tewas tergorok oleh pelaku yang sama.

Dari penyelidikan yang dilakukan FBI terhadap seri lukisan Women in Repose, maka didapati kuas yang dipakai untuk melukis dipesan secara khusus, sehingga menuntun mereka ke beberapa tersangka. Daftar tersangka yang ada adalah Roger Wheaton, pelukis sekaligus dosen seni dan beberapa mahasiswanya antara lain Frank Smith, Leon Isaac Smith yang mantan narapidana, dan Thalia Laveau. Lalu ada pula Marcel de Becque yang memiliki koleksi awal Women in Repose.

FBI lalu mengumpankan Jordan pada setiap tersangka untuk mengetahui reaksi mereka. Karena wajah Jordan yang kembar identik dengan Jane, jika di antara tersangka tsb, memang yang menculik Jane maka mereka akan terkejut jika melihat Jordan. Sayangnya semua tersangka tidak menampakkan reaksi mengenali Jordan. Kondisi makin pelik ketika Thalia juga diculik. Saat Leon yang menjadi tersangka utama dikepung FBI di gedung universitas, petugas yang mengawal Jordan justru dilumpuhkan dan Jordan sendiri diculik oleh penculik sebenarnya yaitu Nemo, alter Roger Wheaton yang menderita penyakit kepribadian ganda.

Nemo tidak langsung membunuh Jordan tapi memberinya valium dan insulin sementara Nemo melukisnya. Berkat pelacakan yang dilakukan FBI, Jordan berhasil diselamatkan. Saat mengetahui pelukis Women in Repose telah berhasil ditangkap, de Becque meminta Jordan datang menemuinya. Ternyata Jane selama ini berada dalam perlindungan de Becque yang sudah bernegosiasi dengan Conrad Frederick Hoffman, kaki tangan Nemo agar melepaskan Jane tanpa sepengetahuan Nemo. Tanpa sepengetahuan Nemo pula, Conrad menodai semua korban yang diculiknya.

Buku ini baru mulai menarik untuk dibaca saat memasuki bab keenam di mana muncul tokoh John Kaiser, salah seorang anggota FBI yang turut serta dalam penyelidikan. Bab-bab awal buku ini hanya berputar-putar di antara masa lalu Jordan. Memasuki pertengahan, bab demi bab kembali terasa membosankan karena hanya bercerita seputar penyelidikan yang menemui jalan buntu. Pada bagian-bagian akhir, plotnya baru berjalan cepat. Bagian yang paling menyentuh dalam buku ini adalah saat Henry dan Lyn, anak-anak Jane bertemu Jordan untuk yang pertama kalinya dan menyadari betapa miripnya Jordan dengan ibu mereka. Penutup dalam buku ini juga mengharukan saat Jordan mengantar Jane pulang ke rumahnya dan bertemu lagi dengan anak-anak dan suaminya.

Tidak ada komentar: