Translate

Total Tayangan Laman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Senin, 11 Januari 2010

Review Film Twilight dan Twilight Saga


Film yang menyuguhkan kisah cinta dan konfliknya memang selalu menarik untuk diikuti; tapi bagaimana membuat film yang "beda" dan plotnya tidak terkesan mirip dengan film lain? Hollywood tahu bagaimana membuatnya. Kisah cinta berbeda kasta dan status sosial seperti Titanic dan Vanity Fair, itu sudah klasik. Kisah cinta berbeda budaya seperti New World dan The Last Samurai, itu juga sudah umum. Kisah cinta beda usia juga sudah banyak dibuat; sebut saja Prime dan Notes of A Scandal. Kini saatnya untuk kisah cinta "beda species".

Sebenarnya kisah cinta "beda species" juga bukan hal yang baru. Sebelumnya pernah ada Dracula (1992) di mana Winona Ryder yang berperan sebagai Mina Murray dicintai oleh tiga pria sekaligus dan satu vampir, lalu ada pula Superman dalam berbagai versi yang menceritakan kisah cinta antara Lois Lane, seorang manusia dan Clark Kent, imigran dari planet Krypton yang hijrah ke bumi setelah planet tempat ia tinggal hancur. Meski bukan film terbaru, tapi dua sekuel Twilight rasanya belum masuk hitungan sebagai film-film tua. Jadi saya akan membahas film bertema kisah cinta "beda species" dari kedua film ini.

Twilight (2008) diangkat dari novel laris karangan Stephenie Meyer dan disutradarai oleh Catherine Hardwicke. Film ini bercerita tentang Isabella Swan (Kristen Stewart), gadis remaja yang jatuh hati pada pria tampan bernama Edward Cullen (Robert Pattinson). Di luar perkiraan Bella, Edward ternyata vampir yang sudah berusia ratusan tahun. Meski begitu Bella tetap menerima Edward sebagai kekasihnya karena walau Edward adalah vampir, ia sama sekali tidak berniat melukai Bella. Ancaman justru datang dari vampir lain di luar klan Cullen dan Hale. Victoria (Rachelle Lefevre), James (Cam Gigandet), dan vampir jahat lainnya memburu Bella untuk dijadikan santapan. Edward dan keluarganya harus menyelamatkan Bella dari incaran vampir jahat.

Film ini berbeda dengan kebanyakan film vampir lainnya. Edward dan keluarganya digambarkan sebagai vampir baik hati yang hanya mengisap darah hewan dan tidak melukai manusia. Scene kesukaan saya adalah adegan terbang Edward-Bella di mana Edward membawa Bella terbang dan berdiri di pucuk pohon yang tinggi. Menurut saya scene ini terlihat lebih artistik ketimbang scene Superman membawa Lois Lane terbang dalam Superman Returns (2006). Meski film ini sarat dialog romantis Edward-Bella tapi nuansa gelap dalam sebuah film horor tetap tidak luput diselipkan.

Twilight Saga: New Moon (2009) adalah sekuel kedua dari Twilight yang diadaptasi dari novelnya yang berjudul New Moon. Film diawali dengan scene Bella (Kristen Stewart) yang terbangun dari mimpi buruknya setelah dibangunkan oleh ayahnya yang memberinya hadiah ulang tahun ke-18. Masih resah dengan mimpinya, Bella tidak terlalu antusias saat Edward dan Alice memberinya ucapan selamat ulang tahun. Teringat mimpi buruknya, Bella seolah baru disadarkan bahwa sebagai manusia, ia akan bertambah tua, sementara Edward akan tetap terlihat sama seperti sekarang padahal usia Edward sudah 109 tahun.

Saat merayakan ulang tahunnya di kediaman keluarga Cullen, tanpa sengaja jari Bella tergores dan berdarah. Salah satu anggota keluarga Cullen langsung muncul insting vampirnya dan berniat memangsa Bella. Beruntung Edward sigap menolong Bella. Suasana ulang tahun Bella pun berubah tidak menyenangkan. Sejak kejadian itu, Edward yang menyadari betapa Bella tertekan memilih untuk meninggalkan Bella dan pindah rumah bersama keluarganya untuk memberi kesempatan pada Bella menjalani kehidupan yang normal dengan teman-teman manusianya.

Setelah berbulan-bulan tidak mendapat kabar dari Edward, Bella memutuskan melibatkan dirinya dalam bahaya karena setiap kali ia berada di dalam bahaya, Edward selalu muncul dalam penglihatan untuk memperingatkannya. Sementara itu, Victoria (Rachelle Lefevre), vampir jahat dari sekuel pertama muncul lagi untuk memburu Bella, tapi berkat pertolongan Jacob (Taylor Lautner) dan teman-temannya yang adalah werewolf, Bella berhasil selamat.

Saat Bella sengaja loncat dari tebing untuk menarik perhatian Edward, ia juga ditolong oleh Jacob. Edward mengira Bella tidak selamat setelah menjatuhkan diri dari tebing, maka Edward pun mengunjungi volturi dan berniat bunuh diri. Edward akan membiarkan dirinya musnah terbakar matahari tepat pada pukul 12.00 siang. Alice (Ashley Greene) memberitahu rencana Edward untuk bunuh diri kepada Bella, maka Bella pun bergegas menyusul Edward ke volturi tanpa mempedulikan keselamatan dirinya meski volturi adalah sarang vampir.

Setelah mengetahui Bella masih hidup, Edward berjanji untuk tidak meninggalkan Bella lagi. Bella pun meminta pada Edward untuk menjadikannya vampir. Meski berulangkali menolak permintaan Bella, Edward akhirnya setuju tapi dengan satu syarat yaitu jika Bella mau menikahinya.

Dibandingkan sekuel pertamanya, plot New Moon tidak istimewa karena mudah ditebak. Selain itu karakter Bella yang impulsif, naif, selalu muram dan terlalu mengagungkan cinta sama sekali tidak inspiratif. Ia jadi terlihat seperti gadis bodoh yang cuma cantik tapi tidak memakai otaknya dan membuat werewolf dan vampir yang mencintainya jadi kerepotan karena senantiasa harus menyelamatkan dirinya. Karakter Edward juga terkesan terlalu baik dan romantis dan sama sekali tidak memperlihatkan sisi gelapnya sebagai vampir.

Dibandingkan Twilight, trilogi Underworld masih lebih menarik untuk ditonton. Selain penuh adegan action yang lebih seru, percintaan lycan-vampir antara Michael (Scott Speedman)-Selene (Kate Beckinsale) dan Lucian (Michael Sheen)-Sonja (Rhona Mitra) masih lebih intens dibanding dialog (sok) romantis antara Bella-Edward yang terkesan klise. Saya paling benci dengan adegan klise "meninggalkan pasangan" karena mengira hal itu yang paling tepat untuk dilakukan. Seharusnya dibuat lebih banyak film yang mencontoh Hilary O'Neil (Julia Roberts) dalam Dying Young (1991). Hilary bertekad tetap berada di sisi Victor Gettes (Campbell Scott) tanpa kepastian apakah Victor akan sembuh atau meninggal.

Saya sendiri belum pernah membaca satu seri pun dari novel Twilight, tapi mungkin novelnya masih lebih bagus dari filmnya. Yang jelas, Stephenie Meyer memiliki fans yang tidak sedikit yang setia menantikan sambungan cerita Edward-Bella dalam seri Twilight berikutnya.

5 komentar:

John mengatakan...

Very unique blog.
Fantastic pictures. Wow...

I like your blog.

Please visit:
http://bali-digitalworld.blogspot.com

Keep blogging.
Have a nice day.

jc mengatakan...

"Saya paling benci dengan adegan klise "meninggalkan pasangan" karena mengira hal itu yang paling tepat dilakukan."

Eh.. saya suka nih kata-katamu yang ini.. hehehe.. Saya juga nggak suka Twilight dan New Moon. Enggak suka dengan main characternya yang bodoh bukan main. Terima kasih karena bikin saya merasa bukan orang yang aneh karena nggak suka Twilight, hehehe.

Vivian Sherin Riandi Millemareta mengatakan...

apa sih bedanya twilight sama twilight saga? :D
aku sih suka banget sama twilight tapi kadang aku bingung sama ceritanya

Vivian Sherin Riandi Millemareta mengatakan...

apa sih bedanya twilight sama twilight saga?

Selvia Lusman mengatakan...

@Vivian: Bedanya Twilight dan Twilight Saga: Twilight bercerita tentang pertemuan awal Bella-Edward, sedang Twilight Saga bercerita tentang kelanjutan kisah cinta mereka setelah Bella tahu kalau Edward itu vampire.