Translate

Total Tayangan Halaman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Senin, 04 Januari 2010

Review Film Love Happens


Film ini bercerita tentang Dr Burke Ryan (Aaron Eckhart), seorang motivator dan penulis buku A-Okay. Saat sedang membawakan seminar di sebuah hotel di Seattle, Burke tanpa sengaja bertemu dengan Eloise Chandler (Jennifer Aniston), pemilik toko bunga yang baru saja putus dengan kekasihnya. Burke memergoki Eloise menuliskan sesuatu di dinding di belakang lukisan. Karena penasaran Burke mencari arti kata QUIDNUNC yang dituliskan Eloise di balik lukisan. Ia lalu mengajak Eloise berkenalan, tapi Eloise yang sedang tidak ingin berurusan dengan pria justru berpura-pura bisu.

Burke lalu bertemu Walter (John Carroll Lynch), salah seorang peserta seminar yang tadinya ingin membatalkan keikutsertaannya pada program A-Okay yang dirancang Burke. Walter kehilangan bisnisnya dan ditinggalkan oleh isterinya karena ia larut dalam duka berkepanjangan akibat kematian anak laki-lakinya. Burke lalu meyakinkan Walter dan membantunya mengatasi kesedihan akibat kematian anaknya.

Sementara itu, Burke diam-diam juga tidak dapat melupakan rasa bersalahnya karena kematian isterinya yang meninggal dalam sebuah kecelakaan, karena pada saat kejadian Burke yang mengendarai mobil. Sejak kejadian itu, Burke tidak mau lagi berbicara dengan kedua mertuanya. Teman Burke lalu menasihatinya untuk membuka diri dan memulai lembaran baru.

Burke kemudian berjumpa lagi dengan Eloise dan menemukan kata POPPYSMIC yang dicoretkan Eloise di balik lukisan lainnya di dinding hotel dan berhasil meyakinkan Eloise untuk makan malam bersamanya.

Sejak ajakan makan malamnya diterima Eloise, Burke menjadi dekat dengannya tapi masih tidak bisa mengatasi rasa bersalahnya akibat kematian isterinya. Burke justru marah pada Eloise yang berusaha membantunya berdamai dengan masa lalunya. Tapi berkat pertolongan Eloise, teman dan mertuanya, Burke akhirnya bisa jujur pada dirinya sendiri dan justru merasa lega setelah kehilangan kontrol pada saat membawakan seminar. Burke akhirnya berbaikan dengan Eloise dan ganti menuliskan kata SESQUIPEDALIANIST untuk Eloise.

Secara keseluruhan, plot dalam film ini cukup sederhana dan dialognya pun tidak berbunga-bunga. Scene terlucu dalam film ini adalah saat Eloise berpura-pura bisu untuk menghindari Burke, sementara scene paling menyentuh adalah saat Walter menceritakan alasannya pada Burke mengapa ia enggan mengikuti program seminar A-Okay meski ia telah didaftarkan sebagai peserta oleh saudara perempuannya. Khas film komedi, film ini juga berakhir happy ending. Meski tidak istimewa, yang menarik dalam film ini justru kebiasaan Eloise menuliskan kata yang tidak lazim dipakai, di dinding di balik lukisan. Ini mengingatkan saya pada salah satu cerita dalam buku seri Chicken Soup for the Couple Soul di mana seorang cucu mengenang kebiasaan kakek-neneknya yang memiliki kebiasaan menuliskan kata SHMILY (See How Much I Love You) di berbagai tempat.

Tidak ada komentar: