Translate

Total Tayangan Laman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Rabu, 27 Januari 2010

Review Film The Box


Film ini diadaptasi dari cerita pendek karangan Richard Matheson yang berjudul Button, Button. Setting film ini adalah di Richmond, Virginia pada tahun 1976.  Berkisah tentang pasangan suami-isteri Norma (Cameron Diaz) dan Arthur Lewis (James Marsden). Norma adalah seorang guru, sedang suaminya adalah insinyur yang bekerja untuk NASA. Suatu hari Norma dibuat heran ketika ia mendengar bel pintu dibunyikan dan ia menemukan sebuah kotak di depan pintu rumahnya tanpa tahu siapa yang meletakkan. Tak lama setelah itu Norma didatangi oleh seorang pria tua berwajah cacat bernama Arlington Steward (Frank Langella) yang menawarkan nya uang sejumlah satu juta dollar jika mau menekan tombol pada kotak yang ia tinggalkan. Arlington yang misterius tidak mau memberitahu alasannya; bahkan melarang Norma bercerita pada siapa pun, termasuk Arthur.

Berhubung Arthur gagal dalam test saat berusaha masuk dalam program astronot, lalu Norma sendiri tidak bisa melanjutkan mengajar, mereka didera masalah ekonomi. Norma mengkhawatirkan biaya pendidikan anaknya, Walter (Sam Oz Stone); karena itu saat Arlington datang lagi untuk menanyakan keputusannya, Norma setuju untuk menekan tombol dalam kotak milik Arlington. Segera setelah Norma menekan tombol tsb, di tempat lain seorang ibu rumah tangga tiba-tiba saja meninggal karena tertembak tanpa ada orang yang menembaknya.

Arthur yang merasa curiga dengan keanehan Arlington akhirnya berupaya mengembalikan satu juta dollar yang diterimanya dari Arlington meski Norma sudah telanjur menekan kotak. Arlington menolaknya dan menegaskan bahwa mereka tidak dapat membatalkan perjanjian yang sudah telanjur dibuat.

Beberapa saat kemudian timbul keanehan-keanehan lain. Orang-orang di sekeliling mereka hidungnya berdarah tanpa alasan dan orang-orang yang tidak mereka kenal menatap mereka dengan pandangan aneh, seolah mengetahui sesuatu tentang diri mereka. Puncaknya terjadi saat pernikahan saudara perempuan Norma. Walter tiba-tiba diculik oleh orang tidak dikenal. Arthur lalu diperingatkan oleh orang yang tak dikenalnya yang juga mengalami hal yang sama. Ia diberitahu bahwa mereka semua adalah bagian dari eksperimen rahasia. Saat Arthur dan Norma kembali ke rumah, mereka menemukan Arlington tengah duduk di dapur dan lalu memberi Arthur pilihan lagi. Arthur harus memilih antara Walter dan Norma. Walter sendiri ternyata berada di kamar mandi rumah mereka tapi dalam keadaan buta dan tuli. Saat Arthur dan Norma masih dibingungkan dengan semua kejadian yang mereka alami, di tempat lain pasangan suami-isteri lain tengah dihadapkan pada pilihan untuk menekan tombol pada kotak yang diberikan Arlington atau tidak. Saat sang isteri akhirnya menekan tombol pada kotak, Norma tiba-tiba tewas tertembak tanpa ada yang menembaknya. Saat Arthur yang masih shock memeriksa keadaan Walter, ternyata Walter sudah kembali normal tanpa ada bekas kebutaan dan ketulian. Polisi akhirnya menahan Arthur dengan dakwaan membunuh Norma.

Plot dalam film ini cukup lambat sehingga ceritanya agak membosankan. Terlebih seperti kebanyakan film bergenre thriller, baru belakangan terungkap kebusukan Arlington. Sebagai sebuah film science-fiction mungkin scene tak masuk akal dalam film ini bisa dimaklumi, termasuk juga detil yang kurang lengkap mengenai eksperimen yang dilakukan Arlington dan tujuannya. Sampai akhir film, saya masih bertanya-tanya. Sebenarnya film ini mau bercerita tentang apa dan apa pesan moralnya?

4 komentar:

cool999 mengatakan...

setuju 'belle... sy sudah beli bajakannya yg ori dan reaksiku sepanjang nonton film ini hanyalah,"kapan film ini segera berakhir?". Boring, kata yg tepat. Whiteout masih jauh lebih baik lho,,juga Case 39-nya rene zellweger juga seru, di review dongk...
GBU.

jc mengatakan...

Whoaa.. padahal saya kepengen nonton Diaz maen di film thriller.. tapi kalo enggak bisa dapet moral of the story-nya rasanya nggak nggreget deh... Jadi kenapa si Arlington melakukan hal itu tetep enggak ditemukan di akhir cerita? Enggak jadi nonton deh...

Thanks review-nya ya.. salam kenal.

^IdaZweek^ mengatakan...

Sumpah ni film masih menyisakan banyak tanda tanya sebenarnya eksperimen Arlington tu apa??
Truzz knapa objeknya cuma orang nasa???

Grace Receivers mengatakan...

@all: Ya filmnya membosankan sampai saya juga ngga paham (atau ngga ambil pusing?) jadi ngga ingat detilnya. Hehe...