Translate

Total Tayangan Laman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Senin, 18 Januari 2010

2012 (Bukan Trilogi)

Film 2012 (2009) yang dibintangi oleh John Cusack sempat booming di bioskop-bioskop di seluruh dunia, termasuk juga di Indonesia. Bahkan di Indonesia, 2012 sempat dikenai fatwa haram. Ternyata 2012 bukan satu-satunya film yang mengangkat isu bencana alam besar-besaran dan akhir dunia. Masih dengan embel-embel 2012 di depannya ada pula film 2012 Doomsday yang sudah tayang lebih dulu (2008) dan 2012 Supernova (2009) tapi ketiga film dengan judul yang memakai angka 2012 ini tidak saling berkaitan alias bukan trilogi, meski ketiganya sama-sama bercerita tentang kiamat, selain itu ketiga film ini juga sama-sama mengandalkan special effect dan bukan kekuatan dialog atau pun plot yang detil, bahkan jalan ceritanya pun tidak masuk akal karena yang dieksploitasi dalam film-film ini cuma ketegangan dan bencananya saja.

2012

Film dibuka dengan kilasan kejadian yang terjadi di Deng Naaga Cooper Mine di India, Lincoln plaza hotel di mana dr Adrian Helmsley (Chiwetel Ejiofor) yang bekerja dalam bidang pengamatan bumi meramalkan akan terjadi bencana dari hasil risetnya, disusul scene demonstrasi dan US Summit di Kolombia, semuanya terjadi di tahun 2009. Scene lalu berganti ke Chao Ming valley pada tahun 2010, lalu beralih ke Empire Grand hotel dan Paris pada tahun 2010. Tanpa detil yang jelas, scene lalu beralih lagi ke tahun 2012 di mana Jackson Curtis (John Cusack) melewati jalan beraspal yang retak di Manhattan, California lengkap dengan gelandangan membawa spanduk bertuliskan: “Repent. The end is near” yang semakin menegaskan bahwa film ini bicara tentang kiamat. Jackson menjemput kedua anaknya, Lily (Morgan Lily) dan Noah (Liam James) dari rumah mantan isterinya, Kate (Amanda Peet) dan membawa mereka pergi berkemah. Selama di perjalanan, banyak helikopter terbang rendah di angkasa. Mereka lalu tiba di taman nasional Yellow Stone. Scene lalu berpindah ke dr Helmsley yang menemui presiden.

Kembali ke Jackson yang menerobos masuk ke daerah terlarang, ia dan kedua anaknya dijemput oleh tentara untuk meninggalkan tempat tsb karena suhu udara yang terus meningkat. Jackson lalu bertemu Charlie Frost (Woody Harrelson), penyiar radio independen yang sepertinya agak sinting yang memberitahunya tentang ramalan suku Maya bahwa bumi akan berada pada sistem yang sama dengan planet lain yang terjadi setiap 640.000 tahun dan menyebabkan radiasi besar, teori yang juga dikemukakan Albert Einstein pada 1958. Meski Jackson tadinya skeptis, ia lalu menemui Charlie lagi untuk membahas teori tsb.

Sementara itu jalan raya tiba-tiba retak sehingga mobil-mobil yang diparkir berbunyi alarmnya, lantai supermarket juga ikut retak dan terbelah dua. Jackson pun terpaksa kembali dari kemping lebih cepat dan mengantar pulang kedua anaknya. Terlihat jelas bahwa Noah lebih menyukai Gordon Silberman (Thomas McCarthy), kekasih ibunya daripada ayahnya sendiri. Di sini baru diketahui bahwa Jackson adalah supir pribadi Yuri Karpov (Zlatko Buric) dan penulis buku The Lost Atlantis.

Setelah jalan raya retak, gempa bumi, jalanan amblas ke bawah, gedung-gedung rubuh, mobil-mobil berjatuhan dari tempat parkir dan jalan layang, serta daratan amblas, Jackson masih sempat membawa Kate, kedua anaknya dan Gordon menuju hanggar di mana pesawat pribadi Yuri diparkir sementara pilotnya sudah tewas. Gordon lalu menerbangkan pesawat sementara daratan di bawah mereka amblas ke laut. Scene lalu beralih ke sebuah yatch mewah di mana penumpangnya tidak menyadari bencana yang terjadi di daratan.

Pesawat lalu mendarat di sebuah pom bensin. Sementara pesawat diisi bahan bakar, Jackson dan Lily mencari Charlie untuk mencaritahu di mana tempat yang aman untuk berlindung sesuai peta yang dimiliki Charlie. Setelah Charlie menolak untuk pergi bersamanya ke tempat yang lebih aman, Jackson lalu menuju trailer Charlie untuk mencari peta. Sementara itu gunung berapi meletus dan letupannya membuat daratan amblas. Dengan trailer milik Charlie, Jackson berpacu dengan waktu untuk kembali ke pesawat sementara jalanan di belakangnya amblas ke bawah. Gordon pun terpaksa menerbangkan pesawat tanpa menunggu Jackson yang masih sibuk mencari peta. Beruntung Jackson masih sempat melompat ke dalam pesawat sebelum daratan amblas.

Scene lalu berpindah ke Rio de Janeiro, Brazil dan London di mana terjadi gempa bumi dan tremor. Setiba di bandara, Jackson, Gordon, Kate dan kedua anaknya menumpang ke pesawat pribadi Yuri, Antenov 500. Gordon pun menjadi co-pilot di pesawat Yuri. Di tengah bencana yang makin menggila pesawat mereka tanpa sengaja menabrak menara Eiffel dan mereka pun terbang menuju Cina setelah gagal transit di Hawai yang sudah menjadi lautan lahar dan api. Gempa bumi kembali terjadi, disusul tsunami di Jepang. Karena kehabisan bahan bakar dan kerusakan mesin, pesawat mereka jatuh. Jackson dan yang lainnya selamat setelah lompat dari pesawat tapi pilot mereka tewas saat pesawat meledak setelah jatuh ke jurang. Mereka lalu dihadang polisi karena masuk ke perbatasan negara tanpa izin. Yuri dan kedua anaknya diizinkan ikut dalam helikopter pemerintah, sementara yang lainnya terpaksa berusaha sendiri karena tidak memiliki paspor.

Setelah di India terjadi tsunami, pemerintah Cina yang memiliki kapal rahasia yang telah jauh hari disiapkan akhirnya membuka pintu kapal agar massa yang berniat menyelamatkan diri bisa ikut naik ke kapal yang kapasitasnya terbatas itu. Sewaktu gerbang kapal dibuka, Gordon tanpa sengaja terlindas bagian kapal hingga tewas. Di tengah kekacauan Kate terpisah dari kedua anaknya, sedang kedua anak Yuri berhasil masuk ke kapal tapi ayah mereka terjatuh dan tidak selamat.

Sementara itu Jackson kembali menjadi pahlawan dengan menyelam ke dalam air hingga kapal yang tadinya tersangkut bisa bergerak. Film berakhir dengan ending selamatnya semua penumpang kapal setelah 27 hari dan tahun telah berganti menjadi 0001.

Secara keseluruhan, film ini cuma punya satu kelebihan yaitu special effectnya dan scene yang menyentuh dalam film ini justru berkat akting Morgan Lily yang berperan sebagai Lily dan Liam James yang memerankan Noah yang mencemaskan keselamatan ayah mereka. Selebihnya hanyalah scene tak beraturan dengan ending yang tidak masuk akal; 27 hari di dalam kapal tanpa sebelumnya digambarkan persediaan bahan bakar dan suplai makanan yang disediakan, juga tidak disebutkan bagaimana kapal tsb bisa memiliki pasokan listrik, entah bagaimana tiba-tiba saja mereka semua yang berada di dalam kapal bisa selamat. Yah, tapi ini kan film yang rasanya tidak mungkin masuk dalam nominasi oscar, jadi meski mereka tiba-tiba berada di tahun 0001 (tidak jelas dihitung sebelum masehi, masehi, atau setelah masehi???) yang pasti happy ending.

2012 Doomsday

Film dibuka dengan scene hujan lebat di Meksiko 36 jam sebelum doomsday (kiamat?), di mana digambarkan sebuah goa dengan salib emas pada dinding goanya. Setelah salib tsb diambil dari dinding goa maka terjadilah gempa bumi dan gunung meletus. Scene lalu berpindah ke Baltimore di pusat geologi Amerika Serikat, 28 jam sebelum kiamat di mana terdiagnosa perubahan yang terjadi di semua planet, sementara di Veracruz dan San Diego, Carlos Martinez (Jason S. Gray), seorang pria dengan tato salib meninggal karena pendarahan setelah gagal diselamatkan oleh tim medis.

Scene lalu berganti lagi ke Sarah (Danae Nason) yang diminta oleh ayahnya meninggalkan Meksiko dan kembali ke rumah neneknya, lalu ada pula ibu dan anak perempuannya, Susan (Ami Dolenz) yang berkendara mobil sambil berbincang-bincang tentang Tuhan. Susan skeptis sementara ibunya penuh iman. Kemudian berbagai scene menjelang kiamat hingga terjadinya tornado pun dimunculkan.

Empat belas jam sebelum kiamat Sara dan Alex (Joshua Lee) mengevakuasi Hanna, seorang ibu muda yang tengah mengandung dan membawanya ke Chichen-Itza, kuil suku Maya karena meyakini hal tsb bisa menghentikan kiamat. Sara pun memberitahu ayahnya lewat ponsel bahwa ia menuju ke kuil.

Scene lalu pindah ke Susan yang mobilnya tiba-tiba mogok dan ibunya hilang secara adikodrati. Susan lalu meminta tumpangan dari Lloyd (Cliff De Young), ayah Sara yang kebetulan melintas ke jalan menuju kuil untuk menyusul Sara. Hujan es menghadang. Alex meninggal tertimpa pecahan kaca mobil yang hancur akibat hujan es. Setelah tiba di Chichen-Itza, Sara memakai salib yang diambilnya dari goa untuk membuka ruangan dalam kuil, sedang Hanna sudah hampir melahirkan.

Satu jam sebelum kiamat, ayah Sara dan Susan sampai di kuil. Hanna pun melahirkan berbarengan dengan gempa bumi yang melanda London, Yerusalem, dan Israel. Setelah bayi Hanna berhasil dilahirkan dengan selamat, keadaan pun kembali normal dan (tidak jadi kiamat???). Film pun berakhir.

Dari awal hingga akhir, film ini tidak saja tidak memiliki plot yang jelas, tapi juga tidak sesuai logika. Kenapa ada salib emas di dinding goa? Tanpa ada penjelasan memadai semua tokoh dalam film ini berbondong-bondong pergi ke kuil dan setelah Hanna melahirkan di dalam kuil, kiamat pun urung terjadi? Saya cuma bisa bilang, jika ada award untuk film dengan plot teraneh, film ini pasti menang.

2012 Supernova

Film dibuka dengan gambaran hujan meteor yang membuat Profesor Kelvin (Brian Krause) dengan isteri dan anaknya, Laura (Heather McComb) dan Tina (Najarra Townsend) bergegas menuju ke base. Di dalam perjalanan, mobil mereka ditembaki oleh orang tak dikenal sehingga ban mobil mereka kempes sehingga mereka terpaksa bersembunyi di semacam pabrik. Setelah ditolong oleh agen pemerintah, Laura dan Tina lalu dibawa ke tempat yang aman dengan dikawal oleh agen Greene (Stephen Blackehart) dan agen Dunne (Dorothy Drury), sementara Kelvin pergi ke base.

Di base, Kelvin dipertemukan dengan Dzerzhinsky (Alan Poe), ilmuwan Rusia dan seorang ilmuwan wanita dari China. Sementara itu, mobil yang mengawal Laura dan Tina meledak akibat tertimpa batu besar yang terguling ke jalan akibat gempa bumi dahsyat yang baru saja terjadi. Laura dan Tina lalu melanjutkan perjalanan menuju ke fasilitas bawah tanah NASA. Perjalanan mereka tidak berjalan mulus karena petir yang menyambar kaca mobil dan membuat banyak mobil spin dan kecelakaan. Mereka lalu menemukan lumbung dan berlindung di sana.

Saat bekerja di base, Kelvin sempat diserang oleh orang tidak dikenal. Meski mengkhawatirkan isteri dan anaknya, Kelvin masih harus berkonsentrasi dengan dua ilmuwan lainnya untuk mengatasi imbas dari supernova yang jika meledak akan memusnahkan bumi dan semua makhluk yang tinggal di atasnya. Film berakhir saat Kelvin dan Dzerzhinsky berhasil mengatasi masalah sehingga supernova tidak jadi meledak. Kelvin pun dapat berkumpul kembali dengan Laura dan Tina.

Dibanding 2012 dan 2012 Dommsday, 2012 Supernova masih lebih baik plotnya. Antara scene yang satu dan scene yang lainnya masih memiliki korelasi yang jelas sehingga tidak terkesan melompat-lompat, meskipun ditinjau dari special effect, 2012 masih lebih "dahsyat" tapi ditinjau dari jalan cerita justru film ini yang terkesan paling rasional dibandingkan dengan kedua film di atas.