Translate

Total Tayangan Laman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Rabu, 18 November 2009

Kimi Absen dari F1

Sebagai fans Kimi Raikkonen yang sudah mengikuti perkembangan kariernya sejak pertama kali masuk ke Formula One di tahun 2001, saya masih belum lupa betapa banyak hujan kritik yang menimpanya sejak awal Kimi menjejakkan kaki di Formula One. Dengan hanya berbekal Super Licence, Kimi menuai banyak keraguan; termasuk juga dari mantan presiden FIA, Max Mosley yang sekarang telah digantikan oleh Jean Todt. Waktu itu Mosley meragukan kemampuan Kimi, bahkan ada pula pembalap yang beranggapan bahwa Kimi akan membahayakan keselamatan pembalap lain karena dia tidak memiliki cukup pengalaman. Toh nyatanya dengan keberuntungan dan kepercayaan diri, Kimi berhasil mendapat poin pertama di balapan pertamanya di Formula One. Ia berhasil melewati masa uji coba. FIA tidak perlu menarik kembali Super Licence yang diberikan pada Kimi. Bahkan di kemudian hari ketika Mosley dihujat karena skandal seksnya, Kimi tidak ikut-ikutan menghujat, justru membela Mosley. F1 dan FIA tak ada kaitannya dengan kehidupan pribadi Mosley. Terbukti pria Finlandia ini bukanlah pendendam meski di awal kariernya, Mosley termasuk yang berkeberatan dengan kehadiran Kimi di F1.

Kepercayaan yang diberikan oleh Peter Sauber yang memberinya kursi balap di tim Sauber Petronas tidak disia-siakan oleh Kimi. Demikian impresifnya Kimi, hingga tahun berikutnya ia pun dibajak Mclaren untuk membalap bersama tim yang dominan dengan warna perak itu. Selama 2002 hingga 2006, ia hanya nyaris menjadi juara dunia. Berada di tim besar membuat hujan kritik makin sering menerpanya. Julukan Iceman kemudian melekat padanya. Tidak seperti pembalap lain. Kimi enggan mencari muka atau menjilat pada media. Kimi malah lebih sering menjadi korban media. Ia pernah berujar bahwa ia lahir pada era yang salah. Andai ia lahir pada tahun 70-an ia mungkin tidak perlu menjadi bulan-bulanan media.

Bernie Ecclestone mengeluhkan sikap Kimi yang kurang ramah pada media. Dia juga sering menjawab apa adanya tanpa peduli bagaimana perasaan si pewawancara. Tapi mengingat apa yang pernah dilakukan media padanya, tak heran terkadang Kimi bersikap defensif. Kimi sendiri pernah bilang bahwa media lebih sering salah mengutip pernyataannya. Kimi tidak lagi percaya pada media. Ia sering dijatuhkan lewat media tanpa alasan; tapi apa pun yang terjadi, fans tetap percaya padanya, juga tetap setia mendukungnya. Bahkan banyak fans Kimi tanpa diminta andilnya dengan sukarela dan sepenuh hati membantu meluruskan opini negatif yang dihimpun publik atas dirinya dalam banyak forum diskusi dan mailing list Formula One. Kimi tidak perlu dibela karena orang tidak bisa menyalahkan Kimi karena dia menjadi dirinya sendiri dan tidak sudi berpura-pura sebagai orang lain. Tapi bagaimana pun dinginnya sikap Kimi, justru fans yang meradang dan tidak terima dengan opini negatif yang disebarkan media.

Sekian tahun lamanya banyak orang dari kalangan Formula One, hingga pengamat olahraga ini dan fans menjadi saksi perkembangan karier Kimi. Akhirnya tercapai juga cita-cita Kimi menjadi juara dunia di olahraga yang dicintainya ini. Kimi berkata ia jatuh cinta lagi pada Formula One dan Kimi membuat saya jatuh cinta lagi pada menulis. Semasa saya remaja saya senang menulis tapi hobi saya ini terkubur selama satu dekade dan nyaris terlupakan. Tapi sejak Kimi menjadi juara dunia, dia membuat saya tersadar. Seolah terbangun dari mimpi, saya menekuni hobi menulis saya lagi. Memang sejak dulu saya menulis bagi diri sendiri. Paling hasil tulisan saya hanya dibaca oleh teman saya yang juga punya hobi menulis. Tapi dengan Kimi sebagai inspirasi saya, saya mulai menulis lagi dan mempublikasikan tulisan saya lewat blog. Mungkin tulisan saya tidak istimewa, tapi saya menulisnya sepenuh hati. Mengapa? Karena Kimi sendiri bilang bahwa jika ia ingin dikenang di Formula One sebagai seorang yang telah berusaha sebaik mungkin.

Ia tidak berujar bahwa ia ingin dikenal sebagai juara dunia Formula One. Ia hanya berusaha sebaik yang ia bisa. Tak ada penyesalan. Maka selama sembilan tahun menjadi fans Kimi, saya juga tidak menyesalkan pilihan saya menjadikan Kimi inspirasi saya.

Sejak kepastian Alonso menjadi pengganti Kimi di Ferrari, fans pun mulai bertanya-tanya ke tim mana Kimi akan berlabuh tahun depan. Kini setelah didapat kepastian bahwa kursi balap di Mclaren tahun depan menjadi milik Jenson Button, tak tersisa lagi pilihan tim kompetitif untuk Kimi. Grid F1 tahun depan tidak lagi menyertakan Kimi Raikkonen. Suka atau pun tidak, ini yang terjadi.

Saya sendiri tidak ambil pusing yang dikatakan media. Kimi didepak Ferrari demi Alonso atau kegagalan management Kimi, duo Robertson yang gagal membuat Mclaren menyetujui semua klausul dalam kontrak yang diinginkan Kimi. Sejumlah media juga menyebutkan bahwa sehari setelah management Kimi menemui Martin Whitmarsh, management dan Jenson Button pergi ke markas Mclaren di Woking dengan misi khusus menyabotase kontrak Kimi agar Mclaren dan Kimi gagal menandatangani kontrak. Berita lainnya menyebutkan bahwa Kimi mendapat 17 juta euro dari Ferrari jika Kimi tidak membalap tahun depan dan hanya 10 juta euro jika Kimi tetap membalap sebagai kompensasi kontrak Kimi yang diputus sepihak oleh Ferrari. Ada pula media yang bilang bahwa Kimi mengharap gaji yang besar dengan tunjangan juga pasal yang menyebutkan bahwa Mclaren harus mengijinkan Kimi mengikuti rally. Kimi tidak pernah mengkonfirmasi apakah pernyataan-pernyataan tsb benar atau tidak. Ia hanya bilang bahwa ia bukanlah pria bodoh yang akan begitu saja menandatangani kontrak yang tidak 100% membuatnya senang. Segalanya harus sempurna. Begitulah pendirian Kimi.

Bagi fans, yang penting bukanlah pernyataan media. Bagi fans yang utama adalah mendapat kejelasan apakah Kimi tahun depan tetap membalap atau tidak. Kini kepastian itu sudah terjawab.

2011 atau malah 2012, tahun yang dikaitkan dengan hari kiamat, semoga tahun ini menjadi tahun yang menggembirakan buat semua fans Kimi. Dengan sebuah harapan, saya berharap akan segera melihat Kimi kembali berada di grid. Semoga ia akan mendapatkan tim sempurna, mobil sempurna dengan hasil balap yang sempurna pula; tapi tentu saja dengan kontrak yang sempurna menurut Kimi.

Baca juga:

1 komentar:

Fanda mengatakan...

Barusan baca2 di internet, ada rumor yg bilang bhw pd hari JB teken kontrak McL, Kimi jg teken kontrak Mercedes. Dan kata si penulis, beberapa hari ini baru berita itu akan bocor. Entah bener/tidak...

Ini linknya: http://bleacherreport.com/articles/293125-kimi-raikkonen-to-race-for-mercedes-in-2010?utm_source=facebook.com&utm_medium=referral&utm_campaign=share