Translate

Total Tayangan Halaman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Senin, 02 November 2009

Balapan Kimi di 2009


Seri ke-1: GP Australia
GP Australia yang dilangsungkan di sirkuit Albert Park menjadi penanda dimulainya musim balap tahun 2009. Pada qualifying pertama di musim ini, Kimi kurang beruntung. Ia hanya berada di urutan ke-9 dengan catatan waktu 1:27.163. Pada sesi latihan bebas ke-3 mobil yang ditunggangi Kimi memang sempat dihadang masalah hidrolik.

Pada saat race, Kimi juga cukup disulitkan dengan pilihan ban yang ia pakai. Ban soft yang dipakainya hanya membantu sementara, lalu setelah mengganti dengan ban berkompon keras, ia sempat kehilangan grip beberapa kali. Setelah hampir saja mengantongi podium kedua, tiba-tiba saja mobilnya spin di lap ke-44 dan menghajar tembok. Kimi terpaksa melakukan pit stop tambahan hingga posisinya drop ke urutan 15 dan hilang sudah kesempatannya untuk meraih poin. Awal yang cukup mengecewakan bagi tim Ferrari karena Felipe Massa, rekan setim Kimi juga telah retired lebih dulu.

Seri ke-2: GP Malaysia
Di seri kedua ini, Kimi menempati grid ke-7 dengan catatan waktu qualifying 1:36.170. Kurangnya grip pada ban mobilnya membuat Kimi tidak dapat bersaing dalam perebutan pole position. Sementara di saat lomba, Kimi tadinya berada pada posisi yang cukup baik. Ia sempat menyalip Alonso dan berpeluang besar meraih poin, tapi keadaan ini berubah saat Ferrari melakukan kesalahan di pit stop pertama. Setelah mengganti ban dengan full wet tyre padahal hujan belum lagi turun, posisi Kimi pun terancam. Saat hujan akhirnya turun Kimi lalu melakukan 2 kali pit stop lagi. Ketika hujan turun makin deras, balapan pun terpaksa dihentikan karena dianggap membahayakan keselamatan pembalap. Kimi berada pada urutan ke-14 saat lomba dihentikan, maka lagi-lagi Kimi gagal meraup poin.

Kimi juga sempat menuai kritik karena di saat pembalap lain masih berhujan-hujan di trek sambil menunggu keputusan apakah balapan akan dilanjutkan atau tidak, Kimi justru telah mengganti pakaian balapnya dan menikmati es krim dan coke sehingga Kimi lagi-lagi dianggap telah kehilangan motivasi untuk menang dan telah merasa puas setelah menjadi juara dunia pada 2007 silam. Tapi anggapan seperti ini ditepis oleh Luca di Montezemolo. Luca berkilah bahwa mobil yang dikendarai Kimi memiliki problem pada KERS sehingga tidak memungkinkan bagi Kimi untuk meneruskan lomba.

Seri ke-3: GP China
Pada latihan bebas pertama, Kimi berada di urutan ke-11 dengan catatan waktu 1:38.223 dan pada latihan bebas kedua berada di urutan ke-14 dengan 1:37.054. Meski balans mobilnya tidak buruk tapi Kimi mengaku mobilnya terlalu lamban jika dibandingkan dengan tim-tim papan atas lainnya. Pada saat kualifikasi, Kimi hanya berhasil menempati grid ke-8. Pada sesi kualifikasi ketiga Kimi sudah tidak memiliki ban baru untuk dipakai dan kendala yang dihadapi masih sama dengan dua seri sebelumnya yaitu F60 tunggangannya masih kalah cepat dengan tim lain. Sementara pada saat lomba, Kimi beberapa kali disalip oleh pembalap lain (di antaranya oleh Hamilton dan Alonso) dan hanya finish di urutan ke-10 sehingga kembali gagal meraih poin. Hal ini menurut Kimi, disebabkan hilangnya grip pada ban mobilnya, selain didera masalah mesin yang beberapa kali kehilangan power. Meski begitu, Kimi tetap optimis, setelah Ferrari berhasil membenahi problem yang ada dan mendapatkan piranti aero yang baru, tim kuda jingkrak akan kembali kompetitif untuk meraih kemenangan.

Seri ke-4: GP Bahrain
Saat Free Practice 1 Kimi mencetak waktu 1:34.827 dan berada di urutan ke-10, sedang pada Free Practise 2 posisinya drop di urutan ke-18 dengan 1:34.670 sementara saat kualifikasi Kimi berada di urutan ke-10. Selama Qual.1 dan 2 Kimi mengaku handling mobilnya lebih baik dari yang diharapkan tapi memasuki Qual. 3 setelah tidak ada lagi soft tyre baru untuk dipakai sulit bagi Kimi untuk menembus lebih dari posisi ke-10. Kimi menargetkan untuk setidaknya mendapatkan poin setelah 3 seri terdahulu finish tanpa hasil.

Di hari balapan start Kimi terhitung cukup mulus, berbanding terbalik dengan Kubica dan Nakajima yang mobilnya saling bersenggolan berimbas dengan kerusakan front wing dan out. Nakajima menjadi pembalap pertama dan satu-satunya yang out, sementara Kubica finish di urutan ke-18.

Kembali ke Kimi, pada pit stop pertama Kimi menghabiskan waktu 10.2 detik dan rejoin di posisi ke-8, lalu pada pit stop kedua Kimi memerlukan waktu 9.1 detik untuk pit dan rejoin di urutan ke-7. Seandainya Kimi menyelesaikan pit keduanya lebih cepat, ia mungkin bisa berada di depan Barichello. Kimi sempat berduel dengan Timo Glock tapi berhasil mematahkan usaha overtaking driver Toyota itu. Kimi akhirnya finish di urutan ke-6 dan berhak mengantongi 3 poin. Ketiga poin ini adalah poin pertama bagi Ferrari karena Felipe Massa finish di urutan ke-14 dan gagal menyumbangkan poin bagi timnya.

Seri ke-5: GP Spanyol
Pada seri balap ke-5 yang berlangsung di Catalunya, Kimi berada pada posisi ke-10 pada Friday Practise. Kimi mengaku Ferrari telah membuat kemajuan dalam performa mobilnya. Downforce yang lebih baik membuat Kimi meyakini jarak dengan tim-tim papan atas kini sudah tidak terlalu jauh, meski hard tyre sedikit menyulitkan. Sayangnya, pada saat qualifying, Kimi dan Ferrari memutuskan untuk tidak lagi mencatatkan waktu untuk menghemat soft tyre karena biasanya saat qualifying 1 & 2, catatan waktu Kimi selalu lebih baik dengan soft tyre dibandingkan saat kualifikasi ke-3 saat Kimi memakai hard tyre, sehingga menyulitkan dalam perebutan pole. Di luar skenario, Kimi malah tidak lolos Qual.1 dan harus puas berada di posisi ke-16 dengan catatan waktu 1:21.291. Lalu saat race, kesialan kembali berlanjut. Kimi bisa menyodok ke posisi 10 dan sedang mengejar Heidfeld saat tiba-tiba mobilnya mengalami masalah hidrolik di lap 18. Kimi pun harus mengakhiri balapannya; tapi seperti biasa, meski tidak senang dengan hasil balapnya, Kimi tetap optimis. Kimi berkilah bahwa tim Ferrari masih orang yang sama yang dalam 2 tahun ini telah memenangkan 3 buah gelar juara dunia (1x untuk WDC ( Kimi di tahun 2007) dan 2x untuk konstruktor). Sementara itu rencana budget cap yang dihembuskan Mosley, telah mentah-mentah ditolak oleh Ferrari, Toyota, Toro Rosso, Red Bull, dan Renault. Meski Bernie Ecclestone berjanji untuk melindungi Ferrari, tapi Ferrari bersama tim-tim di atas tetap membulatkan tekad untuk mundur dari F1 tahun depan jika rencana tsb jadi diberlakukan.

Seri ke-6: GP Monaco
Pada sesi latihan, Kimi mencatatkan waktu tercepat ke-8 dengan 1:15.746, sementara pada sesi kualifikasi Kimi mencatatkan waktu 1:15.746, 1:14.514 dan 1:14.927 pada Qual. 1, 2 dan 3. Kimi mengaku kecewa karena gagal meraih pole karena seperti diketahui sirkuit di Monte Carlo ini tidak memungkinkan untuk overtaking sehingga hasil balapan sudah bisa diprediksi dari hasil qualifying. Di hari balapan, di saat start, Barichello berhasil menyalip Kimi. Ini merupakan keuntungan bagi Barichello karena Kimi berada pada sisi kotor trek yang sangat licin. Setelah pit stop pertama, Kimi rejoin di posisi ke-7 lalu maju ke posisi 6 setelah Rosberg pit. Setelah pit stop kedua, Kimi rejoin di posisi ke-5 lalu terus maju dan finish di urutan ke-3. Ini adalah podium pertama bagi Ferrari dan Kimi. Meski Kimi mengaku tidak senang dan kecewa dengan hasil balapannya, tapi team principal Ferrari, Stefano Domenicali mengaku senang dengan hasil yang dicapai Kimi meski menyayangkan masalah yang timbul selama pit stop kedua; yang mana jika tidak terjadi, mungkin hasil balapan Kimi bisa lebih baik. Domenicali juga menambahkan, "Di atas trek di mana kemampuan adalah penting, Kimi telah menunjukkan apa yang bisa ia lakukan."

Sementara itu di luar trek, Pangeran Albert ikut mengomentari seputar isu budget cap yang akan diterapkan pada 2010. Ferrari berniat mundur dari F1 jika budget cap jadi dilaksanakan. Menurut Pangeran Albert, F1 tidak bisa kehilangan Ferrari atau Renault karena akan berdampak buruk bagi olahraga ini. Kimi sendiri sempat menyatakan jika Ferrari jadi mengundurkan diri dari F1, Kimi memilih membalap di ajang motorsport lainnya bersama Ferrari ketimbang tetap membalap di F1 dengan tim lain.

Seri ke-7: GP Turki
Saat Friday Practise 1, Kimi berada di posisi 11 dengan 1:29.398 dan saat Friday practice 2 Kimi berada di posisi 15 dengan 1:29.520; sementara saat kualifikasi Kimi mendapat grid ke-6 dengan 1:28.815. Mengomentari hasil kualifikasinya, Kimi menyatakan bahwa memulai balapan dari sisi kotor trek tidak akan mudah karena permukaan trek yang hanya memberikan sedikit grip. Pada hari balapan, Kimi mendapat start yang buruk, dari posisi 6 Kimi drop ke posisi 7, lalu drop lagi ke posisi 9. Mobil Kimi sempat menyentuh rear wheel mobil Alonso sehingga front wing mobil Kimi sedikit patah. Setelah Vettel pit, Kimi sempat berada di posisi 8. Usai pit, Kimi kembali kehilangan posisinya dan finish tanpa poin di urutan ke-9. Felipe Massa, rekan setim Kimi lebih beruntung. Massa finish di urutan ke-6 dan menyumbangkan 3 poin bagi Ferrari. Pada balapan sebelumnya di GP Monaco, Massa menyumbangkan 5 poin, berselisih 1 poin dengan Kimi yang finish di podium ke-3.

Seri ke-8: GP Inggris
Menjelang seri balap ke-8 di Silverstone, Inggris segala kontroversi seputar budget cap semakin meruncing. Ke-8 tim dari 10 tim anggota FOTA (Ferrari, Mclaren, Renault, BMW, Toyota, Brawn, Red Bull, Torro Rosso) menyatakan diri akan membuat F1 tandingan jika Mosley tetap memaksakan budget cap tahun depan.Di tengah segala ketidakjelasan mengenai nasib F1 tahun depan, ini adalah terakhir kalinya GP Inggris diadakan di Silverstone. Tahun depan GP Inggris akan dipindahkan ke sirkuit Donington Park karena pihak penyelenggara menolak menambah anggaran untuk pemugaran sirkuit Silverstone.

Pada saat kualifikasi Kimi menempati grid ke-9 dengan 1:20.715. Kimi sendiri secara jujur mengakui, ini adalah hasil terbaik yang bisa dicapainya dan dia tidak mengharapkan lebih karena kurangnya grip pada F60 tunggangannya. Saat Qual.3 Mark Webber yang gagal meraih pole menyalahkan Kimi yang dianggapnya membuatnya kehilangan waktu sehingga hanya berada pada grid ke-2 sementara Vettel, rekan setim Webber yang berhak atas grid pertama. Kimi menyanggah tuduhan Webber dan mengingat tak ada sanksi yang diberikan pada Kimi, kita asumsikan saja tuduhan Webber memang tidak berdasar.

Pada hari balapan Kimi melesat ke urutan 5 saat start, tapi setelah pit pertamanya di lap 16 dan rejoin di posisi 10, justru Massa yang pit belakangan bisa rejoin di depan Kimi. Kimi sempat maju hingga ke urutan 7 sebelum akhirnya melakukan pit kedua dan lagi-lagi rejoin di urutan 10. Sepanjang sisa lomba Kimi berusaha terus maju untuk mengumpulkan poin. Sayangnya Kimi hanya finish di posisi 8 yang ia pertahankan dengan gigih dari Timo Glock yang berusaha menyalipnya, dan hanya mengumpulkan 1 poin. Massa yang saat kualifikasi berada di urutan 11 malah finish dengan 5 poin di posisi ke-4.

Kimi mengakui setelah pit stop pertama, balapannya bisa dibilang telah berakhir karena ia terus terjebak traffic dan meski ia beberapa kali hampir menyalip Trulli, sayangnya usahanya tidak membuahkan hasil. Meski tidak gembira dengan posisi finish-nya, Kimi berkilah bahwa ini masih lebih baik daripada finish tanpa poin.

Seri ke-9: GP Jerman
Menjelang GP Jerman, rumor kepindahan Alonso ke Ferrari untuk menggantikan Kimi semakin santer terdengar. Rumor tsb pun dipatahkan oleh statement Kimi dan Ferrari bahwa Kimi masih terikat kontrak hingga 2010. Isu ini mungkin dipicu oleh keikutsertaan Kimi dalam Rally Finland, tapi Kimi telah menegaskan bahwa keikutsertaannya dalam rally bukan sebuah tanda bahwa ia akan pensiun dari F1. Kimi juga menyatakan kepercayaannya pada tim yang telah mengantarkannya menjadi juara dunia 2007. Meski begitu, Kimi tetap realistis mengenai kesempatan Ferrari memenangi GP Jerman. Selama latihan bebas hari Jumat, Kimi dan Ferrari telah mendapatkan gambaran yang lebih jelas. Kimi menjelaskan, untuk bisa kompetitif diperlukan traksi yang bagus, yang sangat stabil ketika pengereman. Kimi mengaku sulit untuk membuat prediksi dan tidak ingin menjanjikan apa-apa kepada fans, tapi tetap menargetkan untuk dapat finish di podium.

Di saat hari balapan, Kimi memulai lomba dengan menempati grid ke-9. Saat start, Kimi berhasil naik dua posisi ke posisi 7. Saat pembalap di depannya pit, Kimi sempat naik ke posisi 5. Di sekitar lap ke-14 Kimi mulai merasakan mobilnya bermasalah, tapi masih bisa melaju ke posisi 4 saat yellow flag dikibarkan di sekitar lap 18 yang melibatkan Bourdais. Di lap ke-24 Kimi pit selama 7,7 detik. Kimi dan Sutil sempat bersenggolan, sehingga Sutil terpaksa melakukan pit lagi untuk mengganti sayap depan mobilnya yang lepas; sementara Kimi masih bertahan di posisi ke-7 setelah insiden tsb. Di sekitar lap ke-32 Kimi yang berada di posisi ke-6 mencoba menyalip Barichello yang berada di depannya. Sayangnya balapan Kimi harus berakhir. Saat tim meminta Kimi untuk kembali ke garasi, menjadi jelas sudah bahwa Kimi tidak bisa melanjutkan lomba karena mesin mobilnya bermasalah. Ketika diminta untuk mengomentari insiden antara dirinya dan Sutil, baik Kimi, Sutil mau pun stewards sepakat bahwa kejadian tsb adalah murni insiden balap.

Seri ke-10: GP Hungaria
Kimi meyakini bahwa GP Hungaria adalah kesempatan terbaik yang dimiliki Ferrari untuk berada di depan di dalam peta persaingan. Dalam sesi latihan pertama Kimi berada di urutan ke-7 dengan catatan waktu 1:22.796, sedang pada sesi latihan kedua Kimi berada di urutan ke-11 dengan 1:22.763. Pada sesi kualifikasi Kimi mencatatkan waktu 1:22.468 dan berhak menempati grid ke-7. Sementara itu, akibat cidera yang dialami Felipe Massa pada sesi kualifikasi, Kimi terpaksa membalap sendirian tanpa rekan setim. Damper mobil Barichello yang terlepas menimpa helm Massa menyebabkan pembalap Brazil itu mengalami cidera parah di bagian kepala dan matanya, hingga Massa terpaksa absen dari balapan.

Pada saat start, Kimi berhasil maju ke posisi 4 dan sempat bersenggolan dengan mobil Vettel (yang menyalahkan Kimi atas rusaknya suspensi mobilnya sehingga ia tidak bisa melanjutkan lomba). Meski begitu, stewards memutuskan bahwa yang terjadi antara Vettel-Kimi hanya insiden balap biasa dan tidak menjatuhkan hukuman. Kimi sendiri tidak menyadari bahwa mobilnya bersenggolan dengan Vettel sehingga menolak untuk berkomentar.

Setelah pit stop pertama selama 8,3 detik dan hampir ditabrak oleh Webber, Kimi rejoin di posisi 9. Berhubung Webber hanya nyaris menabrak Kimi, stewards hanya memberi peringatan kepada Webber dan timnya. Saat pembalap di depannya pit, Kimi maju ke posisi 6. setelah pit stop keduanya yang memakan waktu 11,5 detik Kimi rejoin di posisi 4. Setelah Rosberg pit, Kimi maju ke posisi 3, lalu maju lagi ke posisi 2 saat pembalap di depannya pit. Glock yang berada di belakangnya berusaha menyalip Kimi tapi Kimi berhasil mempertahankan posisinya dan finish di podium kedua dengan 8 poin, yang oleh Domenicali didedikasikan untuk Felipe.

Seri ke-11: GP Eropa
Mendekati dilangsungkannya GP Eropa, Felipe Massa belum juga sembuh dari cidera yang didapatnya di kualifikasi GP Hungaria. Ferrari pun memutuskan untuk menempatkan Michael Schumacher sebagai pengganti sementara Massa. Hal ini tidak saja memicu fans untuk ikut berkomentar, tapi juga dari kalangan F1. Eddie Jordan dan Niki Lauda pun turut berkoar-koar bahwa Kimi pasti akan unjuk gigi jika tidak ingin dipermalukan Schumacher. Tapi berbeda dengan perkiraan semua orang, Kimi justru tidak ambil pusing tentang siapa yang akan menjadi rekan setimnya. Kimi berujar, "Bagi saya tidak ada perbedaan siapa yang akan mengendarai mobil kedua." Nyatanya, karena cidera leher yang diderita Schumacher, akhirnya justru Luca Badoer yang menggantikan posisi Massa.

Saat latihan bebas hari Jumat, Kimi berada di posisi ke-11 dengan catatan waktu 1:40.739. Kimi mengaku senang dengan handling mobilnya dan performa kedua jenis ban Bridgestone yang ia gunakan. Meski saat sesi pertama Kimi mengaku sedikit kesulitan karena trek yang sangat kotor dan licin, tapi situasi di sesi kedua jauh lebih baik, sehingga Kimi kembali menargetkan untuk finish di podium. Berdasarkan hasil kualifikasi, Kimi pun menempati grid ke-6 dengan catatan waktu 1:40.144.

Pada saat start, Kimi berhasil maju dua posisi ke posisi 4. Sekitar lap ke-17 Kovalainen dan Vettel pit dan Kimi maju ke posisi kedua. Pit pertama Kimi memerlukan waktu selama 8,4 detik dan ia rejoin di posisi ke-8. Beberapa lap berikutnya Kimi sudah maju ke posisi 6, lalu maju lagi ke posisi 4. Di sekitar lap ke-36 mobil Kimi sempat sedikit spin. Usai pit stop kedua, Kimi terus melajukan mobilnya, hingga finish di podium ketiga dan berhak membawa pulang 6 poin tambahan untuk Ferrari.

Seri ke-12: GP Belgia
Mendekati berlangsungnya GP Belgia, kepastian kepindahan Alonso ke Ferrari tahun depan kembali menimbulkan spekulasi mengenai siapa yang akan mendampingi Alonso di Ferrari tahun depan. Rumor yang santer terdengar adalah Kimi tahun depan tidak akan lagi berada di Ferrari. Kimi menjelaskan dengan singkat situasinya bahwa ia masih terikat kontrak dengan Ferrari hingga tahun depan. Kalau pun Ferrari ingin memutuskan kontrak, bagi Kimi itu bukan masalah. Konon pinangan untuk mengisi kursi balap sudah ditawarkan oleh Renault dan Brawn. Kimi sudah menampik tawaran Renault, tapi mengenai tim lainnya (Brawn) semuanya masih berupa desas-desus tanpa kejelasan.

Saat sesi kualifikasi terakhir, Kimi mencatatkan waktu 1:46.633 dan menempati grid ke-6 saat start. Kimi maju empat posisi hingga berada di posisi kedua hingga beberapa lap berikutnya. Selepas safety car keluar dari trek (saat start beberapa pembalap bertabrakan dan langsung retired), Kimi langsung menyalip Fisichella (yang start dari pole position) di lap ke-4 dan sempat mencatatkan fastest lap (di lap 6 atau 7?) dengan 1:48.090.

Setelah pit stop pertama, Kimi rejoin di posisi 3 lalu maju ke posisi 2 setelah Vettel pit dan lalu kembali memimpin balapan. Pit stop kedua Kimi berlangsung selama 7,1 detik dan Kimi sempat berada di posisi kedua. Di sekitar lap ke-35 saat Vettel kembali pit, Kimi kembali berada di posisi 1 dan meski Fisichella mencoba terus memperpendek jarak dan berusaha menyalip, tapi Kimi berhasil mempertahankan posisinya hingga lap terakhir tanpa membuat kesalahan dan kembali memenangkan GP Belgia. Ini adalah kemenangan pertama Kimi di musim ini; meski begitu Kimi tidak tersenyum. Mungkinkah Kimi merasa dikhianati karena masa depannya di Ferrari menjadi buram setelah Ferrari mengontrak Alonso? Terlebih Kimi pernah berujar bahwa ia berencana mengakhiri karir balapnya di Formula One bersama Ferrari? Atau ia sama sekali tidak memikirkan hal itu dan hanya berharap cepat menyelesaikan konferensi pers supaya dapat segera pergi entah ke mana?

Ada yang menggelitik saat konferensi pers. Hal itu adalah pertanyaan dari Joonas Partanen (Iltalehti) yang menanyakan tanggapan Kimi tentang orang yang mengira bahwa Kimi tidak akan memotong rambutnya sebelum ia menang lagi; dan apakah sekarang Kimi akan memotong rambutnya. Kimi (mungkin) kesal dengan pertanyaan yang (mungkin) menurutnya bodoh itu, tapi tetap menjawab bahwa itu (gaya rambutnya) tidak ada hubungannya dengan balapan.


Kimi - satu-satunya pembalap gondrong di podium Spa 2009. Bahkan gaya rambutnya pun mencuatkan spekulasi.

Seri ke-13: GP Italia
Dengan rekan setim baru, Giancarlo Fisichella yang menggantikan Luca Badoer mulai dari seri ini, Kimi membukukan 1:24.761 dan menempati posisi ke-10 pada latihan bebas pertama, sementara pada latihan bebas kedua, ia berada pada posisi ke-8 dengan 1:24.800 dan pada latihan bebas ketiga menempati posisi ke-12 dengan 1:24.300. Pada saat Qualifying 3 Kimi mencatatkan 1:24.523 dan berhak menempati grid ke-3. Saat Conference Press seusai kualifikasi, Kimi mengaku tidak menargetkan untuk kembali meraih kemenangan karena Ferrari memang telah berhenti mengembangkan mobil dan Hamilton yang meraih pole juga akan menggunakan KERS, sehingga Kimi hanya menargetkan podium.

Saat hari balapan, seperti yang diramalkan Kimi, ia berhasil menyalip Sutil saat start dan untuk sementara berada di posisi kedua. Setelah Hamilton melakukan pit pertama dan rejoin di posisi kelima, Kimi sempat memimpin lomba. Saat giliran Kimi melakukan pit stop pertama, ia rejoin di posisi kelima, lalu lagi-lagi memimpin lomba setelah Hamilton melakukan pit stop kedua dan rejoin di posisi kelima. Kimi sendiri membutuhkan 6.9detik untuk pit stop keduanya dan rejoin di posisi keempat dan terus bertahan hingga lap ke-52 meski Sutil terus menempel ketat dan berusaha menyalipnya. Hanya dengan 1 lap tersisa, Hamilton yang berada di depan Kimi tiba-tiba retired karena kerusakan mesin, maka Kimi pun melenggang ke podium dengan tambahan satu poin lagi. Kimi finish ke-3 dan berhak mengantongi 6 poin, sementara Fisichella finish ke-9 tanpa poin dalam debut pertamanya bersama tim Ferrari.

Seri ke-14: GP Singapura
Pada Free Practise 1 Kimi berada di urutan 9 dengan 1:50.865, sedang di Free Practise 2 Kimi drop ke urutan 14 dengan 1:49.941 dan di Free Practise 3 Kimi mencatatkan waktu 1:48.864 dan menempati urutan ke-12. Sementara di sesi kualifikasi, kali ini Ferrari tidak berhasil lolos hingga ke Qual.3. Kimi hanya berada di urutan ke-13 dengan 1:47.177, sementara rekan setim Kimi, Giancarlo Fisichella bahkan tidak lolos Qual.1. Fisichella hanya menempati urutan ke-18 dengan 1:48.350. Kimi mengungkapkan, sementara tim-tim lain masih melakukan pengembangan mobil, sejak beberapa minggu yang lalu Ferrari telah berhenti melakukan pengembangan pada F60 mereka. Keputusan Ferrari ini harus dibayar dengan harga yang lebih mahal.

Mengingat Kimi telah beberapa kali menyebutkan bahwa Ferrari telah berhenti mengembangkan mobil, mungkinkah Kimi telah mengetahui bahwa Ferrari akan semakin tertinggal di beberapa balapan tersisa? Inikah sebabnya Kimi tidak lagi tersenyum di podium, bahkan ketika ia memenangkan GP Belgia beberapa seri sebelumnya? Karena ia menyadari target untuk meletakkan Ferrari di tempat ketiga klasemen konstruktor tidak lagi realistis?

Saat hari balapan, Kimi memulai race dari grid ke-12 (naik 1 posisi dari posisi kualifikasinya), tapi sayangnya di saat start posisi Kimi turun kembali ke posisi 13. Setelah beberapa saat, Kimi kembali berada di posisi 12 (di depan Buemi), lalu naik ke posisi 11 di sekitar lap 19. Setelah pit stop dan dengan safety car di dalam trek (disebabkan kecelakaan yang melibatkan Sutil dan Heidfeld), Kimi kembali berada di urutan ke-12, lalu kembali berada di posisi 11 di sekitar lap 28. Kimi naik ke posisi 10 setelah Vettel menerima drive through penalty karena melanggar batas kecepatan di pit lane, lalu naik ke posisi 9. Di sekitar lap 46, Kimi sudah berada di posisi ke-6.

Setelah pit stop kedua yang memakan waktu 6.0 detik, Kimi rejoin di posisi 10. Kurang dari 10 lap tersisa, Kimi masih berusaha mengejar Nakajima yang berada di depannya dan terus memperpendek jarak. Sayangnya hingga race berakhir, Kimi tetap berada di posisi 10 dan finish tanpa poin; begitu juga Fisichella yang finish di urutan 13.

Hasil balapan kali ini tidaklah mengejutkan. Setelah sesi kualifikasi, Kimi telah memperkirakan bahwa di balapan kali ini sulit bagi Ferrari untuk meraih poin karena overtaking adalah hal yang sulit dilakukan di sirkuit ini. Seusai balapan, Kimi juga menjelaskan bahwa F60 tunggangannya sliding di segala tempat karena tidak mendapat grip.

Seri ke-15: GP Jepang
Rumor yang selama beberapa bulan ini beredar di kalangan F1 terjawab sudah. Tahun depan Fernando Alonso ditarik ke Ferrari untuk menggantikan Kimi Raikkonen. Kimi sendiri mengaku sangat sedih untuk meninggalkan Ferrari setelah menjalani 3 tahun yang dirasanya fantastis selama berada di tim yang dominan dengan warna merah ini; salah satunya adalah memenangkan juara dunia pada 2007. Kimi juga berujar bahwa di Ferrari ia selalu merasa seperti di rumah sendiri. Ke manakah Kimi tahun depan? Rumor yang santer terdengar adalah kembali ke Mclaren, tapi semua ini masih rumor dan belum ada konfirmasi dari mulut Kimi. Jadi tunggu saja!

Pada Free Practise 1 Kimi membukukan 1:41.577 dan berada di tempat kedelapan, sementara pada Free Practise 2 Kimi berada pada tempat kesebelas dengan 1:48.886 dan pada Free Practise 3 Kimi menempati urutan kelima dengan catatan waktu 1:32.445, lalu pada sesi kualifikasi Kimi membukukan 1:32.480 dan menempati urutan kedelapan. Sayangnya Fisichella gagal (lagi) lolos ke Qual. 2 dan hanya menempati urutan ke-16.

Saat hari balapan, Kimi menempati grid ke-5 karena Sutil, Barichello, dan Button yang berada di depan Kimi saat kualifikasi harus mundur beberapa posisi karena terkena penalty. Tidak seperti seri-seri sebelumnya Kimi tidak bisa menyodok saat start dengan KERS karena tikungan pertama yang tidak jauh dari start line. Setelah pit stop pertama, Kimi sempat berada di posisi 8, lalu setelah melibas lap demi lap, kembali berada di urutan ke-5. Kimi juga sedikit kesulitan dengan hard tyre, meski begitu Kimi sempat menyalip Heidfeld saat pit stop kedua sehingga naik satu posisi, meski setelah pit stop Kimi sempat terjebak traffic di belakang Button. Kimi terus maju hingga akhirnya finish di urutan ke-4 dan mengumpulkan 5 poin; sementara Fisichella hanya berada di urutan ke-12. Meski Kimi gagal menaiki podium karena F60 tunggangannya kurang cepat, tapi setidaknya Ferrari tetap berada di tempat ketiga klasemen konstruktor.

Seri ke-16: GP Brazil
Pada tanggal 17 Oktober 2009, sehari sebelum berlangsungnya GP Brazil, Kimi berulangtahun ke-30. Sebagai kado ulang tahunnya Kimi berharap dapat finish di podium. Sementara itu, situs Toyota Indonesia menyatakan bahwa Toyota telah berbicara dengan manager Kimi dan menyatakan ketertarikannya untuk menjadikan Kimi pembalap Toyota musim depan, setelah didapat kepastian bahwa Kimi telah menolak tawaran dari tim Red Bull. Pada latihan bebas I Kimi mencatatkan waktu 1:13.321 dan berada pada urutan ke-10, sementara pada latihan bebas kedua Kimi berada di urutan ke-18 dengan 1:13.026, sedang pada latihan bebas III Kimi berada di tempat ke-11 dengan 1:25.508. Pada sesi kualifikasi Kimi mencatatkan waktu 1:20.168 dan berhak menempati grid ke-5.

Pada hari balapan, saat start Kimi melesat ke posisi ke-3. Kimi sempat bersentuhan dengan mobil Sutil pada tikungan pertama dan saat mencoba menyalip Webber hingga sayap depan mobilnya rusak sehingga Kimi harus melakukan pit stop untuk mengganti front wing. Dengan safety car di dalam trek (imbas tabrakan di lap pertama yang menyebabkan Alonso, Trulli, dan Sutil tidak dapat melanjutkan lomba), Kimi baru bisa mengejar pembalap di depannya setelah safety car keluar trek. Di lap ke-32 Kimi sempat berada di posisi ke-7 dan pada lap ke-44 Kimi melakukan pit selama 8.0 detik dan rejoin di posisi 11. Masih dalam area pit Kovalainen yang berada di depan mobil Kimi melajukan mobilnya dengan selang bahan bakar yang masih terpasang pada mobilnya. Ceceran bahan bakar tersebut sempat menimbulkan percikan api ke helm Kimi. Untungnya Kimi masih bisa melanjutkan lomba. Setelah beberapa pembalap di depannya melakukan pit, posisi Kimi pun semakin naik dan akhirnya finish ke-6 dengan 3 poin.

Seusai balapan, Kimi sempat memberi keterangan, imbas insiden pit dengan Kovailanen, matanya masih terbakar, tapi baik-baik saja. Kimi menyatakan kekecewaannya karena gagal finish di podium akibat insiden di lap pertama. Dengan satu balapan tersisa (GP Abu Dhabi), Kimi berharap bisa kembali menempatkan Ferrari di tempat ketiga klasemen konstruktor.

Seri ke-17: GP Abu Dhabi
Sirkuit Yas Marina di Abu dhabi menjadi seri penutup di musim ini. Bursa persaingan yang tersisa hanyalah posisi runner up, baik untuk driver mau pun konstruktor. Dengan selisih 1 poin, Mclaren lebih unggul dari Ferrari. Sejak sesi latihan pertama Mclaren tampil lebih dominan, sementara duo Ferrari tercecer di belakang. Saat Free Practise 1 Kimi hanya menempati urutan 15 dengan 1:45.704, di Free Practise 2 Kimi berada di urutan 10 dengan 1:41.987 dan saat Free Practise 3 Kimi juga berada di urutan 10 dengan 1:41.373; sedang saat Qualifying Kimi mencatatkan waktu 1:40.726 dan berhak atas grid ke-11.

Saat start, Kimi disalip Kobayashi karena kondisi trek yang agak licin sehingga posisinya melorot ke urutan 12. Di lap ke-29 Kimi pit selama 9,9 detik dan rejoin di posisi 15. Di lap ke-33 Kimi naik 1 posisi dan di lap ke-38 Kimi kembali naik 1 posisi. Hingga balapan berakhir Kimi bertahan di posisi 12 dan finish tanpa poin.

Meski kedua pembalap Ferrari dan Mclaren sama-sama tidak mengumpulkan poin di balapan terakhir ini, tapi Mclaren yang akhirnya berhak atas posisi runner up kedua (runner up pertama ditempati RBR Renault) di klasemen konstruktor. Sejak awal Kimi memang telah menegaskan bahwa berhentinya pengembangan mobil yang dilakukan Ferrari membuat tim ini semakin tertinggal dengan para kompetitornya. Sejak awal musim pun, Ferrari sering tampil mengecewakan. Dimulai dengan GP Australia, diakhiri dengan GP Abu Dhabi, Ferrari baik di awal mau pun di penghujung musim mengakhiri balapannya tanpa menuai poin.

Ke manakah Kimi Raikkonen akan berlabuh tahun depan? Dari hasil polling di blog ini, dari 5 orang yang mengikuti polling, 2 orang memprediksikan Kimi akan pindah ke tim Toyota, 2 orang lagi memprediksi Kimi akan pindah ke Mclaren, sedang 1 orang memprediksi Kimi tidak akan bergabung baik ke tim Toyota mau pun Mclaren. Setelah Kimi mengungkapkan bahwa tim Toyota tidak lagi masuk hitungan, opsi yang tersisa tinggal tim Mclaren. Akan membalap di Mclarenkah Kimi tahun depan atau justru terjun ke ajang motorsport lainnya (rally/NASCAR)? Cuma waktu dan Kimi yang bisa menjawabnya.

Tidak ada komentar: