Translate

Total Tayangan Laman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Minggu, 25 Oktober 2009

Kimi "Terlalu Mahal"???


Meski Toyota sangat menginkan Kimi Raikkonen untuk memperkuat line-up pembalap mereka tahun depan, tapi John Howett, presiden Toyota mengaku bahwa Kimi meminta gaji yang terlalu mahal yaitu sebesar 25 juta euro. Toyota mungkin terpaksa melepas harapan mereka untuk mendapatkan pembalap Finlandia itu jika Kimi tidak menurunkan harga yang dimintanya. Kimi sendiri mengindikasikan bahwa ia belum bisa memberi keputusan akan menampik tawaran Toyota atau tidak, karena selain Toyota, Mclaren juga masih dalam proses negosiasi harga dengan manager Kimi, Steve Robertson. Sebelumnya Kimi juga sudah menolak tawaran dari Renault dan Red Bull.

Berikut sejumlah link yang berkaitan:
Tawaran Toyota buat Kimi Kurang Oke
Toyota: Kimi Minta Harga Terlalu Tinggi
Red Bull Bukan Opsi bagi Raikkonen
Raikkonen too expensive for Toyota
Renault still seeking Kimi

Menurut saya, sah-sah saja jika Kimi meminta bayaran yang mahal. Toh dalam 10 tahun ke depan belum tentu Kimi masih berada di F1. Tidak ada salahnya mengumpulkan sebanyak mungkin uang sebelum pensiun. Hitung-hitung jaminan di hari tua. Selain itu, Kimi pasti memerlukan sejumlah uang untuk mengelola tim balapnya (Räikkönen Robertson Racing) yang ia jalankan bersama managernya. Dari usahanya ini, sedikit-banyak Kimi sudah berjasa memajukan dunia motorsport. Jika kelak Kimi sudah tidak balapan di F1, siapa tahu Kimi suatu hari berpikir untuk menjadi bos tim dan menjalankan tim balap di F1. Pastinya perlu uang yang tidak sedikit. Jadi apa salahnya jika Kimi berusaha mengeruk keuntungan sebanyak mungkin dari sekarang? Apalagi menjadi pembalap di Formula One tidak sekedar membalap saja, tapi juga harus siap mental menghadapi hujanan kritik jika prestasi sedang turun. Jika kebetulan berada di tim yang tidak kompetitif, dikritik terus-menerus, gaji kecil pula; ini sih namanya sudah jatuh tertimpa tangga. Apa stress-nya tidak tambah dobel? Jadi, buat tim mana pun yang ingin merekrut Kimi, please... jangan pelit donk!

1 komentar:

MATA HATI mengatakan...

aduh kimmi imut bgt...