Translate

Total Tayangan Laman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Senin, 12 Oktober 2009

Arti Sebuah Polling


Jika Anda menemukan sebuah polling (jajak pendapat) di sebuah situs, apa Anda akan mengikuti polling tsb? Atau sebaliknya, malah melewatkannya karena menurut Anda tidak seberapa penting? Umumnya orang Indonesia paling bersemangat mengikuti polling yang menyertakan reward atau hadiah; karena itu majalah/tabloid yang membuat polling, umumnya membuat banyak daftar pertanyaan dan lembar kuisioner yang panjang dan lebar (jika hanya satu lembar) atau berlembar-lembar (mungkin supaya balance dengan besarnya jumlah hadiah yang disediakan penyelenggara ). Saya sendiri lebih suka mengikuti polling yang simple yang umumnya terdapat di situs. Polling semacam ini lebih ringkas, tinggal klik saja salah satu jawaban, lalu klik vote dan hasil polling sementara segera muncul.

Sebenarnya (setidaknya menurut saya ) sebuah polling bisa menunjukkan keadaan Anda seperti apa. Misalnya saja, dulu saya pernah membuat sebuah polling tentang Kimi Raikkonen. Dalam polling tsb, saya menanyakan sejak kapan Anda menjadi fans Kimi Raikkonen. Mereka yang mengikuti polling tsb pastilah fans Kimi Raikkonen, sedang yang memilih tidak mengikuti polling pastilah bukan fans Kimi Raikkonen.

Lalu saya juga pernah menemukan sebuah polling di sebuah situs Formula One. Polling itu menanyakan tentang kans pembalap tertentu untuk menjuarai sebuah grand prix. Polling semacam ini ada dua kemungkinan jawaban. Jika Anda adalah fans dari pembalap yang dimaksud, Anda pasti menjawab "ya" karena tanpa sadar, dengan menjawab "ya", Anda sebenarnya sedang menyatakan harapan Anda agar si pembalap yang Anda dukung itu menang. Sementara Anda yang menjawab "tidak", bisa jadi karena Anda bukanlah fans pembalap tsb dan tidak menginginkan pembalap tsb menang; tapi juga ada kemungkinan kedua di mana Anda menjawab bukan menurut harapan Anda, tapi menurut apa yang Anda prediksi.

Tidak heran hasil polling seringkali tidak sama dengan kenyataan yang ada. Misalnya saja saat Zivanna Letisha Siregar mewakili Indonesia di ajang Miss Universe 2009. Meski dari hasil polling ia menempati tempat pertama, tapi yang menang justru Stefania Fernandez yang berasal dari Venezuela. Begitu juga dengan pemilihan ketua umum Golkar baru-baru ini. Meski dari hasil polling Tommy Soeharto masih mendapat suara, tapi nyatanya ia tidak mendapat satu suara pun.

Saat Anda melihat sebuah polling, lalu memutuskan untuk vote, Anda pasti tertarik dengan subject/perihal yang dibicarakan dalam polling tsb. Jika tidak, mungkin karena Anda memang tidak peduli/tidak tertarik. Lalu dari jawaban yang Anda pilih, Anda juga akan mengetahui harapan/logika berpikir Anda. Jadi, apakah polling itu penting? Menurut saya ya, karena meski tampak remeh, dengan membaca hasil polling, mengikuti atau melewatkan sebuah polling, sedikit-banyak saya jadi mengetahui apa yang menarik bagi saya atau tidak, apa yang menjadi harapan atau cara berpikir saya. Bahkan jika polling tsb sepertinya sangat remeh seperti polling yang saya temukan dalam sebuah situs tentang anjing. Polling tsb menanyakan berapa banyak anjing yang Anda miliki dengan pilihan jawaban dari tidak ada sampai lebih dari 3. Tentu saja, meski tidak 100% akurat, polling ringan seperti ini pun bisa menunjukkan apakah Anda pecinta anjing atau bukan.

Kesimpulannya, lain kali Anda melihat sebuah polling, Anda sedikit-banyak akan tahu bagaimana "membaca" diri Anda dari mengikuti/tidak polling tsb dan dari jawaban yang Anda pilih.

Tidak ada komentar: