Translate

Total Tayangan Halaman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Senin, 07 September 2009

Review Film The Proposal



Sinopsis:
Margaret Tate (Sandra Bullock) adalah seorang atasan yang tidak disukai oleh para bawahannya. Kariernya di sebuah penerbitan pun terancam saat ia mendadak akan dideportasi kembali ke Kanada saat ijin tinggalnya di Amerika berakhir. Tidak ingin menyerahkan posisinya yang mapan, Margaret pun mengancam Andrew Paxton (Ryan Reynolds) agar mau berpura-pura menjadi tunangan yang akan menikahinya agar ijin tinggalnya tidak lagi dipersoalkan. Margaret menjanjikan Andrew akan menjadikannya editor dan menerbitkan naskah Andrew. Sebaliknya, jika Andrew menolak, Margaret memastikan agar Andrew kehilangan pekerjaannya. Meski sangat membenci Margaret, Andrew terpaksa memenuhi tuntutannya tapi Andrew memaksa Margaret untuk melamarnya dengan berlutut di depan umum.

Sebagai bagian dari rencana "pernikahan" mereka, Margaret dan Andrew pun mengunjungi orangtua Andrew di Alaska. Orangtua Andrew yang mengira Margaret benar-benar tunangan Andrew menerima kehadiran Margaret dengan sukacita, bahkan meminta mereka untuk menikah di Alaska. Tersentuh oleh perhatian tulus keluarga Andrew, Margaret merasa sangat bersalah sehingga saat pernikahan, ia pun mengaku bahwa ia dan Andrew hanya berpura-pura sehingga pernikahan mereka dibatalkan. Margaret pun dikawal petugas imigrasi kembali ke Amerika untuk selanjutnya dideportasi kembali ke Kanada. Andrew yang sudah telanjur menyukai Margaret pun menyusulnya dan berniat benar-benar bertunangan dengannya dan... happy ending.

Review:
Secara keseluruhan detil dalam film ini cukup berantakan. Meski scene terlucu dari film ini adalah saat Margaret mengumpankan anjing keluarga Andrew ke elang yang menyambar ponsel Margaret agar ponselnya dikembalikan, tapi scene ini menyisakan pertanyaan. Siapakah pria yang menelepon Margaret yang dipanggilnya 'darling'? Mengapa pria ini tidak pernah muncul sepanjang film? Selain itu, untuk karakter seteliti Margaret yang segera menyadari gelas kopi yang dibawakan Andrew tertukar dengan gelas kopi milik orang lain, mengapa ia sampai 'lalai' untuk mengurus perpanjangan ijin tinggalnya? Kesannya, film ini dibuat asal jadi oleh script writer yang mengerjakannya dengan terburu-buru karena dikejar tenggat. Selain itu chemistry antara Andrew-Margaret kurang terlihat sepanjang film.

2 komentar:

setyo mengatakan...

ada research tentang the proposal?

Selvia Lusman mengatakan...

@setyo: Research? Maksudnya?