Translate

Total Tayangan Halaman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Jumat, 24 Juli 2009

Review Film Public Enemies



Public Enemies yang diangkat dari kisah nyata, bercerita tentang petualangan John Dillinger (Johnny Depp) dan komplotannya yang selama masa depresi berulangkali berhasil merampok bank dan lolos. Meski Dillinger berhasil ditangkap, berulangkali pula Dillinger berhasil meloloskan diri dari penjara. Adalah Melvin Purvis (Christian Bale) yang ditugaskan untuk memburu Dillinger dan mengakhiri aksinya. Maka segala cara pun dikerahkan, termasuk menyadap telepon di apartemen Dillinger, hingga memaksa kekasih Dillinger, Billie Frechette (Marion Cotillard) untuk mengungkap keberadaan Dillinger dengan kekerasan. Setelah semuanya gagal, rekan Purvis akhirnya menembak mati Dillinger di jalan tanpa memberi peringatan karena khawatir Dillinger akan meloloskan diri lagi dari penjara.

Dalam film ini simpati penonton justru diarahkan pada tokoh John Dillinger yang diperankan dengan baik oleh Johnny Depp. Memilih Depp untuk memerankan tokoh Dillinger adalah sebuah pilihan tepat. Sejak dulu, berbagai peran antagonis yang pernah dimainkan Depp tetap disukai penonton, baik sebagai pengarang berkepribadian ganda dalam Secret Window, bajak laut Karibia dalam trilogi Pirates of the Caribbean, tukang cukur penuh dendam dalam Sweeney Todd, dan sekarang sebagai John Dillinger dalam Public Enemies. Di tangan Depp tokoh Dillinger hidup kembali dan memberi gambaran tentang perampok bank yang eksentrik dan mengundang simpati. Scene yang menggelitik dalam film ini adalah saat Dillinger berseloroh di depan wartawan yang mewawancarainya bahwa ia rata-rata hanya memerlukan 1 menit 40 detik untuk membobol sebuah bank. Dillinger juga dapat masuk dan keluar kantor polisi tanpa dikenali.

2 komentar:

Juliawan mengatakan...

hohoho gua juga uda nonton nich film mantap bro hehehe salam kenal ya :)

Milla W. Schumacher mengatakan...

banyak "jedar-jedernya" nih film yaa... :D
i like action movie