Translate

Total Tayangan Halaman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Rabu, 15 Juli 2009

Kembali ke Puisi



Beberapa waktu belakangan ini teman baik saya, Herny kembali menekuni hobi lamanya - menulis puisi. Berhubung sejak dulu kami memang selalu menulis puisi bersama, dia menyarankan saya untuk mempublikasikan puisi-puisi yang dulu pernah saya tulis ke blog ini. Jujur, beberapa tahun belakangan ini saya memang tidak lagi antusias untuk menulis puisi. Saya akhirnya sampai pada kesadaran bahwa sebagus apa pun puisi yang saya buat, tidak mungkin bisa menyamai kekuatan puisi yang ditulis oleh Chairil Anwar yang sejak kelas 1 SMP dulu telah saya idolakan. Bukan berarti saya menganggap puisi yang saya buat selalu bagus. Sebaliknya, saya seringnya membuang puisi-puisi saya ke dalam keranjang sampah karena menurut saya tidak cukup bagus. Ketika saya membaca salah satu isi kartu pos yang dikirim Chairil Anwar untuk sahabatnya, H. B. Jassin yang dipublikasikan dalam buku kumpulan puisinya yang berjudul AKU INI BINATANG JALANG, ternyata Chairil juga punya kebiasaan serupa, menghancurkan puisi-puisinya sendiri.

Berbeda dengan saya, Herny memang tidak menghancurkan puisi-puisinya, tapi dia akan membiarkan puisi-puisinya tercecer di mana-mana. Saya biasanya menyelamatkan puisinya sebelum hilang dan dia menyelamatkan puisi saya sebelum saya hancurkan. Dia biasanya memindahkan puisi saya dari kertas lusuh dan penuh coretan ke salah satu file word. Puisi-puisi yang dipublikasikan di blog kami adalah sebagian dari puisi-puisi kami yang terselamatkan.

Saya sebenarnya enggan mem-posting puisi-puisi lama saya; tapi karena Herny sudah berbaik hati memilihkan 2 puisi terakhir yang saya buat sebelum akhirnya vakum menulis puisi; sekadar untuk menyenangkan dia, saya mem-postingnya ke blog ini.

Bagi Herny, puisi adalah media untuk mengekspresikan diri, selain juga sebagai penyembuh jiwa. Saya ingat dia pernah bilang seperti itu, tapi saya tidak tahu apakah dia ingat pernah berkata seperti itu kepada saya.

Membaca lagi kedua puisi yang dipilih Herny (HUJAN dan MONOLOG MALAM), saya tidak begitu menyukainya. Berbeda dengan puisi-puisi awal yang saya tulis, di kedua puisi ini tidak ada kelugasan. Di saat saya menulis kedua puisi ini, di benak saya sudah telanjur terbentuk konsepsi bahwa puisi yang bagus dan bernilai sastera tinggi biasanya adalah yang paling sulit dicerna. Semakin rumit, semakin bagus. Tidak percaya? Coba saja baca kumpulan puisinya Iwan Simatupang. Contohnya saja, ZIARAH MALAM. Dari sekian banyak puisi di buku kumpulan puisi ini, cuma 2 puisi saja (PEJALAN KAKI dan POTRET) yang saya paham betul maksudnya. Meski begitu, favorit saya tetap BALLADE KUCING DAN OTOLET dan 3/4.

Bagaimana pun, sejak dulu hingga sekarang, penyair favorit saya tetap Chairil Anwar. Saya mencintai kelugasan dalam puisi-puisi Chairil. Sebentuk kelugasan yang tidak bisa diimitasi. Saya tidak tahu apakah kelak saya akan menulis puisi lagi. Kalau pun ya, saya berharap semangat Chairil yang tertuang dalam karya-karyanya akan menulari saya.

2 komentar:

air mengatakan...

1 step toward Chairil, write a poem. Entah siapa yang bilang, seperti yang diucapkan salah satu filsuf China, Tao atau siapa, yang intisari ucapannya adalah, jarak ribuan mil selalu diawali oleh sebuah langkah kecil. So, keep writing poem before your soul dry and die ....

Anti Login mengatakan...

salam kenal... saya sedang mengkampanyekan Blogspot Template 2010.
mohon dukunganya... terima kasih