Translate

Total Tayangan Laman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Jumat, 03 Juli 2009

Antusiasme Seharusnya Bukan Barang Langka


Ada orang-orang yang kelihatannya baik, tapi entah mengapa Anda tidak bisa berteman dengan mereka. Bukan karena mereka tidak cukup baik untuk dijadikan teman, hanya saja, entah mengapa Anda tidak merasa terhubung dengan mereka. Pernah punya pengalaman seperti ini? Ketika saya mencoba menganalisa penyebabnya, saya rasa mungkin persoalannya terletak pada antusiasme.

Bagi saya, antusiasme yang wajar adalah antusiasme yang pas dan tidak berlebihan. Salah satu tetangga yang pernah saya kenal, termasuk salah seorang dengan antusiasme yang berlebihan. Setiap kali dia bicara, dia akan menceritakan hal-hal yang menurut saya tidak penting dengan nada seolah-olah hal yang diceritakannya adalah hal yang paling up date, aktual, dan luar biasa. Setelah mendengarkan dia selama 15 menit saja, rasanya seperti berabad-abad dan memerlukan energi ekstra selama proses menunggu dia menyudahi pembicaraannya. Syukurlah, tetangga saya ini sudah pindah ke kota lain, sehingga saya tidak harus mendengarkan bicaranya jika kebetulan berpapasan di jalan.

Lalu, ada pula orang yang sepertinya sama sekali tidak memiliki antusiasme. Mereka selalu kelihatan bosan, muram, dan tidak tahu apa yang harus mereka lakukan dengan hidup mereka. Orang seperti ini, sekali pun mereka baik, tidak tahu kenapa, membuat saya tidak tertarik berteman dengan mereka.

Tapi, akan selalu ada orang yang meskipun Anda cuma bertemu dengan dia satu kali atau bahkan tidak pernah Anda temui sama sekali, tapi entah mengapa Anda merasa terhubung dengan mereka. Misalnya saja, teman sesama blogger. Sewaktu Anda membaca postingannya yang lucu, menghibur, atau inspiratif; dengan sendirinya Anda merasa terhubung seolah telah mengenalnya selama bertahun-tahun. Ada pula salah satu teman yang saya kenal saat retreat. Saya cuma bertemu dengannya sepintas saja, tapi sampai sekarang saya masih berteman dengannya. Saat saya mencoba mengenali lebih jauh apa sebabnya, saya semakin yakin bahwa masalahnya adalah antusiasme.

Antusiasme itu bisa tersirat dari hal-hal kecil. Mungkin dari cara tersenyum - senyum yang lebar dan dari hati. Bisa pula dari cara mendengarkan - mendengar dengan seksama apa yang diucapkan orang. Bisa pula karena sebuah tulisan - tulisan yang jujur dan apa adanya. Bisa juga dari cara bereaksi. Ada teman-teman di milis (yang bahkan tidak bisa saya sebut teman, karena saya sama sekali tidak mengenal mereka) - sesama fans Kimi - yang setiap kali ada yang mencoba mengkritik/menjelek-jelekkan Kimi, langsung serta-merta membela. Meski saya tidak kenal mereka, karena antusiasme mereka saat membela Kimi, tidak saja membuat saya tersenyum, tapi juga membuat saya terhubung.

Saya mungkin terlalu berlebihan memaknai antusiasme; tapi saya selalu merasa bahwa antusiasme seharusnya bukan barang langka.

2 komentar:

Fanda mengatakan...

Kalo aku, tiap kali main ke blog merah ini selalu bisa merasakan antusiasme pemiliknya thd apa saja yg berkaitan dgn Kimi Raikkonen... Kapan ya bisa ngeliat Kimi juara lagi??

Grace Receiver mengatakan...

Hehe... kelihatan sekali ya? Kimi WDC lagi? Semoga aja tahun depan. Kalau tahun ini selisih poinnya sudah jauh.