Translate

Total Tayangan Halaman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Rabu, 10 Juni 2009

Teman Macam Apakah Anda?


Akhir-akhir ini saya merasa teman-teman saya cenderung menyebalkan dan ketika mereka membuat saya berada pada satu titik di mana saya tidak begitu menyukai mereka lagi, saya memilih untuk memberitahu mereka bagaimana mereka sebenarnya. Tentu saja tidak berakhir dalam damai, malah menyulut konflik yang lebih besar. Saya sendiri sadar saya bukan orang yang sempurna; tapi kalau sampai pada keharusan berbicara apa adanya; saya mungkin jenis orang yang terlalu jujur. Saya memang bukan pemuja white lies. Tidak semua orang bisa berbohong demi kebaikan. Mungkin bukan tidak bisa, tapi memang tidak mau. Sama seperti alasan semua orang yang lebih suka tidak mengutarakan apa yang ada dalam pikirannya, banyak orang lebih suka tidak mendengarkan apa yang sebenarnya orang pikirkan tentang mereka; karena bagaimana pun, tidak semua orang mampu menghadapi kebenaran tentang diri mereka.

Berikut adalah jenis teman yang menurut saya menjengkelkan:

1. Mr/Ms Always Right
Teman semacam ini jelas-jelas tidak bisa dikritik. Mereka hanya bisa menerima pujian dan perhatian; tapi Anda tidak bisa meminta perhatian dari mereka, apalagi mengkritik mereka. Jika Anda nekat mengkritik, yang ada Anda akan dituduh sebagai tidak berempati, jahat, tidak mau memahami kesulitan orang lain, dll. Singkatnya orang semacam ini selalu menganggap diri mereka benar.

2. Drama Queen
Orang semacam ini selalu menganggap diri mereka adalah orang termalang di dunia. Masalah mereka adalah masalah terpelik dan tanpa solusi. Jangan repot-repot memberi solusi jika Si Drama Queen menumpahkan keluh kesahnya kepada Anda, semua saran yang Anda ajukan akan mereka tolak mentah-mentah karena mereka selalu menempatkan diri mereka sebagai ‘korban’. Seolah-olah mereka dilahirkan di dunia ini adalah untuk memenuhi takdir sebagai orang tersial di dunia.

3. Bossy
Jenis teman semacam ini senang memerintah Anda, meminta Anda mengerjakan banyak hal untuknya. Jika Anda melakukan permintaannya dengan baik, terkadang Anda akan mendengar dia mengucapkan terima kasih dengan tulus; tapi jika Anda tidak melakukan apa yang dia minta; entah karena Anda sibuk atau bosan “dijajah” olehnya, ia akan bertindak sangat menyebalkan. Seringkali ia akan menyebut Anda sebagai “bukan teman yang baik”, “tidak mau membantu teman” dan sebutan-sebutan lain yang menyudutkan Anda. Teman semacam ini bisa sangat manipulatif. Ia akan membuat Anda merasa sangat bersalah hingga lagi-lagi Anda harus memenuhi permintaannya. Tidak ada kesetaraan dalah hubungan pertemanan Anda. Dia adalah majikan Anda dan Anda adalah bawahannya. Kalau pun Anda sudah memenuhi perintah, tapi gagal memenuhi deadline yang sudah dia tetapkan, dia akan mengatakan Anda “lamban”, “basi”, dan ucapan-ucapan lainnya yang melecehkan Anda. Dia tidak akan mengucapkan terima kasih atas apa yang telah Anda lakukan; yang ada dia akan bertingkah seolah Anda merugikan dirinya karena tidak bisa mengerjakan apa yang dititahkannya tepat waktu.

4. Teman “Sementara”
Jenis teman semacam ini hanya menghubungi Anda jika ada keperluan. Jika ia butuh pertolongan Anda, ia baru akan menelepon atau mendatangi rumah Anda. Setelah ia mendapatkan pertolongan dari Anda, ia akan menghilang dan hanya muncul kembali jika ia perlu pertolongan Anda lagi. Ia tidak pernah ingat kapan Anda berulangtahun, tidak pernah memberi Anda apa pun. Dalam hubungan pertemanan semacam ini tidak ada idiom “take and give”, yang ada cuma “give, give, give, and giveee…”.

5. Si “Pelupa”
Dia berkata dia akan datang ke rumah Anda besok. Dia meminta Anda untuk membatalkan semua janji penting Anda karena ia akan bertandang ke rumah Anda. Tapi pada keesokan harinya, ia tidak muncul. Saat Anda menghubunginya, dia ternyata “tidak ingat” pernah membuat janji temu dengan Anda. Dia bahkan bersikap seolah Anda telah mengganggu “kesibukannya yang maha penting”.

Di kesempatan berikutnya, si “pelupa” berjanji akan menelepon Anda. Ia bahkan meminta Anda untuk tidak memakai telepon supaya saat ia menelepon, line telepon Anda tidak sibuk. Si “pelupa” seperti biasa membuat Anda terus menantikan telepon darinya. Ketika Anda complain, ia akan berkata bahwa telepon Anda tidak bisa dihubungi, line telepon Anda sibuk, dll. Padahal Anda tahu persis itu tidak benar. Bagaimana pun si “pelupa” memang harus memenuhi takdirnya sebagai si “pelupa”, ia akan terus lupa dan tidak akan pernah ingat.

6. Si “Pembatal Janji”
Teman semacam ini hanya menjadikan teman-temannya sebagai “rencana cadangannya”. Anda sudah membuat janji dengannya lebih dulu, tapi ketika ia bisa melewatkan waktu di tempat yang lebih fancy atau bersama orang yang menurutnya lebih penting, dia secara otomatis akan membatalkan janjinya dengan Anda. Tapi dia tidak akan memberitahu Anda bahwa dia membatalkan janji. Saat Anda menghubunginya, dia dengan nada tidak bersalah menerangkan mengapa dia tidak bisa memenuhi janji temu dengan Anda. Saat Anda bertanya mengapa dia tidak memberitahu Anda, dia akan menjawab dengan santai bahwa ia “tidak sempat” mengabari Anda. Saat Anda menyatakan kekesalan Anda padanya, ia dengan nada memelas akan meminta maaf pada Anda, tapi pada kesempatan-kesempatan berikutnya ia mengulangi lagi kesalahan-kesalahannya.

Saya sering dibuat gusar oleh Si “pembatal janji”. Terakhir kali saya menyatakan dengan tegas pada teman “pembatal janji” bahwa saya tidak butuh permintaan maaf, tapi perubahan perilaku, si “pembatal janji” terlihat shock. Mungkin dia menganggap saya terlalu ketus. Belakangan ia lebih sering menepati janjinya, tapi bagaimana pun si “pembatal janji” tetaplah si “pembatal janji”. Anda tidak perlu merasa sakit hati jika si “pembatal janji” berulah lagi. Anda hanya perlu berterusterang padanya tentang perilakunya yang menjengkelkan. Si “pembatal janji” bisa berubah, hanya saja tidak 100 %.

7. Senang Menggurui

Teman semacam ini sering memberi nasihat panjang-lebar tanpa diminta. Ia akan berkata bahwa ia tidak bermaksud menggurui Anda, bahwa segala yang dia katakan adalah demi kebaikan Anda, tapi semakin Anda mendengarkan kata-katanya, Anda semakin sesak napas. Mendengarkan bicaranya lebih lama lagi, Anda akan mulai berpikir bahwa ia lebih mirip orang tua Anda daripada teman Anda. Dia masih juga berbicara tapi Anda sudah kenyang mendengarkan petuahnya. Dalam hati Anda bersyukur bahwa orang tua Anda tidaklah secerewet teman Anda ini. Teman semacam ini akan merasa tersinggung jika tidak didengarkan. Jika Anda ingin menjadi teman yang baik bagi teman yang senang menggurui, yang Anda perlu lakukan hanyalah mendengarkan dia. Semakin Anda berusaha membantah apa yang dia katakan, dia akan semakin lama berbicara panjang-lebar. Semakin Anda berusaha memotong perkataannya, semakin ia merasa perlu menyampaikan semua hal yang melintas dalam benaknya; karena itu bantulah diri Anda sendiri. Jika ia berbicara, biarkan saja. Semakin ia merasa Anda mengerti betapa pentingnya yang ia sampaikan, ia tidak akan berpanjang kata lagi. Dia akan menyudahi pembicaraannya dan Anda dapat terbebas dari semua petuahnya.

8. Senang Mengeluh

Teman semacam ini mengeluhkan segala hal. Saat lapar, ia mengeluh lapar; saat kenyang, ia mengeluh kekenyangan. Saat cuaca terik, ia mengeluh kepanasan. Saat cuaca mendung, ia mengeluhkan jemuran yang tidak kering. Tunggu saja sampai hujan tiba, jalanan tergenang air, atau pun banjir, daftar keluhannya pun makin panjang.

9. Si Pemalas
Orang semacam ini selalu menganggap dunia memperlakukannya tidak adil, padahal akar permasalahan sebenarnya karena dia terlalu malas. Saat ia datang terlambat ke tempat kerja dan mendapat sambutan berupa wajah masam dari rekan kerja atau atasan, ia akan merasa diperlakukan dengan buruk. Padahal orang lain di perusahaan lain mungkin mendapat kompensasi yang lebih berat seperti pemotongan uang makan atau bahkan dirumahkan karena dianggap tidak disiplin.

Si pemalas lalu beralasan bahwa teman-temannya yang lain juga ada yang datang lebih terlambat. Alasan lainnya, ia merasa dicurigai jika datang lebih awal atau tepat waktu. Kalau Anda selalu datang terlambat ke tempat kerja, lalu tiba-tiba Anda datang tepat waktu, tentu saja orang-orang akan mulai bertanya-tanya. Tapi si pemalas selalu punya 1001 alasan untuk membenarkan tindakannya.

10. “Sok Miskin”
Teman semacam ini selalu mengeluh bokek, tidak punya uang, berada dalam masalah keuangan yang serius, terlilit banyak hutang, dsb. Orang semacam ini senang meneliti daftar inventaris Anda. Ketika ia menjejakkan kakinya di rumah Anda, ia langsung mengenali daftar barang yang baru saja Anda miliki. Ia lalu mulai menanyakan harga barang-barang Anda, lalu berkata bahwa ia tidak memiliki barang-barang yang Anda miliki. Berikutnya ia akan mengeluhkan masalah finansialnya dan setengah menyalahkan Anda karena Anda lebih “beruntung” daripada dia. Ia akan bersikap seolah Anda adalah Donald Trump dan ia hanyalah pengemis di pinggir jalan. Teman semacam ini selalu iri dengan barang-barang yang Anda miliki. Ia tidak akan peduli bahwa mungkin Anda telah bekerja keras dan mengumpulkan uang cukup lama untuk barang-barang yang Anda beli.Teman semacam ini hanya tahu satu hal: Anda “berdosa” karena Anda “lebih kaya” daripada dia, padahal Anda tahu persis persepsinya tidak benar.

11. “Sok Tahu”
Teman semacam ini tidak bisa menerima perbedaan pendapat. Ia selalu uring-uringan jika ada orang yang mendebat pendapatnya. Orang semacam ini juga sering mengecilkan pendapat orang lain, bahkan tidak jarang mencela dengan nada melecehkan opini orang lain yang berbeda dengan opininya. Ia juga sering memulai dan mengakhiri kalimatnya dengan pertanyaan: “Kamu mengerti kan apa yang saya maksud?”, tapi si teman “sok tahu” mengucapkannya dengan nada arogan yang sarat mewarnai kata-katanya. Teman “sok tahu” juga senang menebarkan aroma permusuhan kepada orang-orang yang tidak sepaham dengan dia.

12. Tidak Stabil

Teman semacam ini memperlakukan orang-orang di sekitarnya sesuai dengan mood. Jika ia sedang dalam keadaan baik, ia ramah pada semua orang; tapi semoga saja Anda tidak harus berurusan dengannya saat ia dalam suasana hati yang buruk; ia tanpa sungkan akan membentak-bentak Anda, meneriaki Anda seolah-olah Anda telah melakukan hal yang sangat buruk terhadapnya. Orang semacam ini biasanya sangat rentan terhadap stress dan tidak bisa mengelola emosinya. Jika saya boleh menyarankan, Anda lebih baik menghindari jenis teman semacam ini, kecuali Anda memiliki kemampuan menghadapi kondisi psikologis mereka. Tanpa bermaksud menakuti Anda, saya rasa jenis orang semacam ini cuma sedikit lagi mengarah ke skizofrenia.

13. Tidak Punya Selera Humor

Jenis teman semacam ini benar-benar sulit untuk diajak berteman. Ia cenderung salah paham dan sering tersinggung dengan gurauan Anda. Ia kerapkali mengira Anda tengah mengolok-olok dia. Orang semacam ini kemungkinan besar punya rasa rendah diri; karena itu berhati-hatilah dengan yang Anda katakan. Untuk amannya, biarkan dia saja yang bicara dan Anda cukup mendengarkan.

14. Terlalu Religius
Orang semacam ini biasanya taat beribadah dan sering membawa-bawa Tuhan dalam pembicaraannya; tapi karena pembawaannya yang terlalu religius, ia seringkali menghakimi orang-orang yang berbeda dengan dirinya. Jangankan ia mendapati Anda mendengarkan lagu-lagu yang bukan lagu-lagu rohani, jika ia mengetahui Anda melewatkan terlalu banyak waktu untuk membuka situs jejaring sosial dan browsing terlalu sering, ia akan langsung menatap Anda seolah-olah Anda adalah pendosa yang tidak mau bertobat. Bagi orang semacam ini, memilih nada sambung yang bukan lagu rohani, ini pun sangat sangat sangat KEDUNIAWIAN!

15. Penghasut
Teman semacam ini umumnya senang bergosip-ria dan menjelek-jelekkan orang. Jika Anda bukan temannya, maka Anda pasti musuhnya. Ia akan menghasut orang-orang di sekeliling Anda dan teman-teman Anda untuk ikut-ikutan memusuhi Anda. Ia juga senang mengadu-domba antar teman tanpa merasa bersalah. Alasan orang-orang semacam ini berlaku seperti itu, umumnya karena mereka merasa tidak cukup hebat. Ia sebenarnya penuh rasa iri hati. Ia harus menjelek-jelekkan orang lain supaya ia merasa hebat dan hidupnya menjadi penuh arti.

16. “Pesulap”
Seperti layaknya pesulap , teman semacam ini sering “menghilangkan” barang-barang Anda. Semua benda yang ia pinjam dari Anda tidak pernah dikembalikan. Ia biasanya “lupa menaruh”, lupa mengembalikan, lupa menganti barang-barang yang dia hilangkan, bahkan lupa telah meminjam dan lupa meminta maaf karena telah menghilangkan barang-barang yang dia pinjam dari Anda. Tidak peduli jika barang-barang tsb adalah barang-barang kesayangan Anda atau bahkan barang langka seperti edisi pertama buku favorit Anda yang sudah tidak dicetak ulang dan kalau pun Anda bisa membelinya lagi, harganya sudah melambung. Teman “pesulap” biasanya tidak merasa bersalah telah menghilangkan barang-barang yang dipinjamnya. Ia malah bersikap seolah Anda pelit dan “ribet” karena mempersoalkan barang-barang yang Anda pinjamkan padanya dan yang sekarang telah raib. Ia akan bersikap seolah Anda bukan teman yang baik karena menuntut ganti rugi atas barang-barang yang dia hilangkan.

17. Si Plin-Plan
Orang yang plin-plan tidak saja selalu berubah-ubah, tapi seringkali tidak tahu apa yang dia inginkan. Pernah suatu kali saya menemani teman “plin-plan” saya berbelanja. Kebetulan dia melihat strawberry yang merah dan ranum dikemas dalam boks-boks plastik. Si “plin-plan” langsung tergoda untuk membeli. Ia mulai bertanya pada penjualnya berapa harganya, lalu mulai menawar hingga mendapatkan kesepakatan harga. Di saat ia harus membayar, tiba-tiba saja ia berubah pikiran. Ia baru “tersadar” bahwa ia tidak suka strawberry dan mungkin strawberry itu rasanya masam. Si penjual meyakinkannya bahwa rasa strawberry itu manis dan bahkan menawarkan untuk mencobanya dulu, tapi teman saya itu langsung menolak mentah-mentah tawaran si penjual dan mengajak saya segera berlalu dari tempat itu. Tentu saja si penjual murka dan mulai mengucapkan kata-kata yang tidak sedap didengar dengan suara lantang.

Sejak saat itu saya selalu menolak ajakan si “plin-plan” untuk berbelanja di pasar tradisional. Tapi berbelanja di supermarket pun sama parahnya. Pernah suatu kali ia ingin membeli sandal untuk keponakannya. Ia lalu membongkar seluruh isi rak. Ketika ia tidak berhasil menemukan “entah apa yang dicarinya”, ia memanggil salah satu pegawai supermarket itu untuk mencarikan sandal yang ia inginkan, lalu setelah pegawai itu berhasil menemukan “kriteria” sandal seperti deskripsi teman saya, ia lalu mengamatinya selama beberapa menit dan akhirnya meletakkannya lagi di rak karena menurutnya terlalu mahal. Padahal dari jajaran harga yang dilekatkan di sepanjang tepi rak, seharusnya bisa diketahui perkiraan harga yang harus dikeluarkan untuk sandal itu dan jika memang dirasanya terlalu mahal seharusnya dia tidak perlu mengaduk-aduk seluruh isi rak. Tidak heran, kali berikutnya ia berbelanja lagi, pegawai itu berpura-pura tidak mendengar saat teman saya bermaksud menanyakan barang yang dicarinya. Si “plin-plan” lalu mengeluhkan etos kerja pegawai tsb kepada saya karena menurutnya pembeli adalah raja. Dalam hati saya berpikir, jika teman saya ini bersikukuh pembeli adalah raja, dia pasti jenis raja yang seharusnya digulingkan dari takhtanya.

18. Si Super Irit
Jenis orang semacam ini merasa adalah sebuah kewajiban untuk menemukan barang sesuai keinginan dengan harga yang super murah; meski untuk itu dia harus melakukan survey lebih dulu dengan mengelilingi toko demi toko. Pernah suatu kali saya menemani teman saya ini berbelanja di sebuah pusat perbelanjaan. Demi memuaskan obsesinya untuk mendapatkan harga termurah, dia membawa saya mengelilingi toko demi toko dan berputar-putar dari lantai dasar hingga lantai teratas, dari mulai sebagian saja toko yang buka hingga toko-toko yang tadinya masih tutup (karena kami memang berbelanja terlalu pagi) hingga toko-toko tsb buka. Meski saya sudah berkali-kali mengajaknya pulang, dia tidak meluluskan permintaan saya dan tetap berniat menemukan barang-barang yang dicarinya dengan harga termurah. Saya jadi teringat kisah tembok Yerikho yang runtuh setelah dikelilingi tujuh kali. Untung saja pusat perbelanjaan tsb tidak runtuh meski telah kami kelilingi berkali-kali.

Mungkin saya akan tetap menjadikan mereka teman, karena jika hidup kita selalu dikelilingi orang-orang yang menyenangkan, hidup mungkin bisa menjadi sangat membosankan. Sadar atau tidak, teman-teman yang menjengkelkan juga kita perlukan demi apa yang disebut keseimbangan. Tapi kalau bisa memilih, saya berharap saya bisa memiliki komposisi teman di mana 70%-nya adalah teman-teman yang menyenangkan. Semoga…

Saya sendiri adalah jenis orang yang sangat penuntut dan terlalu sepenuh hati. Saya memberi sepenuh hati dan memuji sepenuh hati. Dalam bagian ini, teman-teman saya pasti tidak punya masalah; tapi tunggu saja sampai pada bagian mengkritik sepenuh hati. Deskripsi seperti “senang menggurui, sok tahu, bawel, kejam” pastinya bukan kata-kata yang asing. Tapi manusia memang tidak sempurna dan hidup juga tidak sempurna; tapi seringkali yang “menyempurnakan” Anda justru adalah orang-orang yang “tidak sempurna”.

I dedicate this writing to all my friends. I’m so sorry for the way I talk, but I never regret my honesty. Cruel or not, this is the real me. Thanks for spinning my head, but I still call you friend. I’m sure I spinning your head too, but hopefully you still call me friend. I luv you, guys.

2 komentar:

Fanda mengatakan...

Yg no. 6 itu sifat salah satu sobatku. Menjengkelkan juga, karena aku justru sebaliknya, paling tepat janji.
Btw...temen2mu pada baca tulisan di blogmu ini ga??

Grace Receiver mengatakan...

Baca & dalam proses introspeksi diri. Have a great day, Fanda.