Translate

Total Tayangan Laman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Jumat, 05 Juni 2009

Cara Asyik Nonton Film

Bagi penggemar film, akan lebih baik jika menonton film dalam berbagai jenis genre daripada menonton di satu genre favorit yang itu-itu saja karena sadar/tidak, lama-kelamaan bisa jenuh juga. Tapi kalau masih nekat juga mau menonton film di genre satu-satunya yang disukai, tapi sudah merasa jenuh atau pun untuk mencegah rasa jenuh agar tidak datang dan mengganggu keasyikan menonton, berikut beberapa tips yang mungkin bisa membantu (atau malah mengganggu?)

Genre Thriller


Yang namanya thriller pasti tidak jauh-jauh dari adegan kejar-kejaran antara korban dan pembunuh berantai / psikopat. Kadang-kadang ceritanya jadi gampang sekali ditebak dan kalau sudah seperti ini ngga asyik banget deh. Supaya nonton filmnya lebih seru, lakukanlah hal-hal berikut:

1. Hitunglah berapa jumlah korban terbunuh yang tewas dari saat film dimulai hingga film berakhir.

2. Hitunglah berapa kali scene scream alias teriak-teriak di sepanjang film (teriakan kamu ngga masuk hitungan ya?)

3. Hitunglah berapa banyak adegan korban yang jatuh tersandung saat dikejar oleh sang tokoh antagonis sebelum akhirnya tertangkap dan akhirnya tewas.

4. Hitunglah berapa banyak korban yang tewas dengan mata melotot/mulut menganga.

Genre Drama (terutama sekali drama Korea)


Bagi orang yang tidak sabaran, menonton film drama, terutama sekali drama Korea bisa sangat menyiksa. Supaya siksaan itu bisa sedikit reda, lakukanlah hal-hal di bawah ini:

1. Hitunglah berapa kali scene makan/minum dari awal hingga akhir film

2. Hitunglah berapa kali scene mabuk, menyanyi/karaoke, berfoto-ria selama film berlangsung (setidaknya 1 kali pasti ada)

3. Hitunglah berapa kali scene telepon-telepon-an / berkirim sms sepanjang film (setidaknya 1 kali pasti ada)

4. Hitunglah berapa kali scene melamun, tersenyum sendiri, atau menangis selama film diputar.

5. Hitunglah berapa kali scene berpapasan dengan orang yang paling ingin ditemui, tapi tidak saling melihat. Adegan ini sering banget di film-film Korea, bikin penonton jadi geregetan setengah mati; dalam hati/malah sambil teriak, “Hoi, nengok donk!”, tapi tentu aja ngga nengok, karena memang sudah di-setting kayak gitu. Satu-satunya film Korea yang menyalahi pattern kayak gini setahu saya baru ... (duh, lupa judulnya.)

Percayalah, rata-rata film drama Korea mencakup semua adegan di atas! Tidak heran bagi mereka yang bukan pecinta drama Korea, mereka akan merasakan deja vu setelah mereka menonton lebih dari 1 film.

Genre Komedi


Kebanyakan film bergenre drama-komedi/komedi romantis , umumnya berakhir happy ending. Sangat sedikit yang endingnya berakhir tidak bahagia. Untuk menghindari kebosanan karena ending ceritanya yang gampang ditebak, lakukanlah hal-hal berikut:

1. Tebaklah apakah ending ceritanya berakhir bahagia/tidak (Hal ini tidak berlaku untuk film-film produksi Walt Disney Pictures. Setahu saya semua film yang diproduksi oleh Walt Disney pasti berakhir happy ending.)

2. Jika yang Anda tonton adalah komedi yang sarat adegan slapstick semacam film-film yang dibintangi Jim Carey, hitunglah berapa kali adegan terpeleset, terbentur, tertimpa dan kesialan-kesialan lainnya.

3. Umumnya film komedi romantis berakhir dengan wedding scene, maka tebaklah berapa meter lemparan yang dilakukan sang mempelai perempuan saat melempar buket bunga ke belakang (Bukan berarti ini penting; tapi biasanya sebelum wedding scene, kebanyakan film komedi romantis mengekspos kerepotan calon mempelai perempuan saat memilih gaun, kue, dll.)

4. Jika yang Anda tonton adalah film bertema hewan (paling banyak anjing dan kucing), maka hitunglah berapa kali anjingnya membuat ulah seperti mencuri makanan, memecahkan perabotan, dll. Jika filmnya bertema adventure, hitunglah berapa banyak penjahat yang berhasil diakali oleh si anjing cerdik.

Genre Horror



Yang namanya film horror, rata-rata minim penerangan. Hantunya baru muncul setelah adegan lampu kedip-kedip dan akhirnya mati, karena itu lakukanlah hal-hal di bawah ini:

1. Hitunglah berapa kali scene mati lampu selama film berlangsung.

2. Hitunglah berapa banyak korban yang berjatuhan selama film diputar.

3. Dalam film semacam poltergeist, hitunglah berapa kali adegan kesurupan; jangan lupa hitung juga berapa kali hantunya melempar/menciderai tokoh protagonis yang berusaha menolong korban yang kerasukan itu.

4. Hitunglah berapa kali hantunya menampakkan diri (bisa berupa sekelebat bayangan, tiupan angin yang tiba-tiba, dll)

5. Jika yang Anda tonton film horror bertema vampir, hitunglah berapa kali vampirnya menyeringai dan menunjukkan taringnya.

6. Sedangkan untuk yang bertema werewolf, hitunglah durasi lolongannya.

Genre Action


Kebanyakan film action pastinya tidak pernah absen dari adegan laga, dari mulai tinju, pukulan, tendangan hingga tembak-menembak. Berhubung semua film action biasanya memenangkan tokoh jagoannya, untuk menghindari kebosanan karena ending cerita yang mudah ditebak, lakukanlah hal-hal berikut:

1. Hitunglah berapa banyak penjahat yang berhasil dilumpuhkan sebelum tohoh super hero-nya kehabisan magasin/peluru (Rata-rata film action menganggap perlu menyelipkan adegan klise seperti kehabisan peluru supaya ceritanya lebih tegang.)

2. Hitunglah berapa banyak tinju dan pukulan yang dilayangkan sang pembela kebenaran di sepanjang film.

3. Hitunglah berapa banyak tinju yang mendarat ke tubuh sang pahlawan. Biasanya jagoan ditakdirkan kalah dulu, baru menang; bonyok dahulu sebelum membuat babak-belur penjahatnya

Genre Fantasy & Science Fiction



Kebanyakan film bergenre fantasy seperti Harry Potter dan Lord of The Rings atau pun science fiction seperti The Matrix umumnya mengandalkan adegan terbang atau jatuh dari tempat yang tinggi; karena itu:

1. Hitunglah berapa kali scene terbang di sepanjang film.

2. Hitunglah berapa kali adegan jatuh (baik dari tebing yang curam, gedung yang tinggi, dll)

Artikel ini tidak dimaksudkan untuk menyinggung segolongan orang penyuka film dengan genre tertentu/mendiskreditkan jenis film tertentu, cuma curhat penulisnya yang sudah bosannnnn.... sekali menonton film yang endingnya sudah ketebak duluan.

Tidak ada komentar: