Translate

Total Tayangan Laman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Senin, 22 Juni 2009

Belajar Tentang Hidup dari Film Komedi


Saya adalah seorang penggemar film komedi. Sebagian besar film yang saya tonton sudah pasti film komedi; meski begitu tidak semua film komedi memiliki kualitas yang baik, dan tidak semua film komedi memiliki pesan moral. Menemukan film komedi yang tidak sarat adegan slapstick, bagi saya itu adalah hal yang menyenangkan; tapi menemukan film komedi yang lengkap (lucu, menghibur, sekaligus memiliki pesan moral), ini adalah sebuah petualangan.

Berikut adalah film komedi yang dapat mengajarkan kita bagaimana menjalani hidup dengan lebih baik:

Music and Lyrics


Film ini bercerita tentang Alex Fletcher (Hugh Grant), salah satu personel band pop di era 80-an. Untuk kembali menaikkan pamornya yang turun setelah penjualan album solonya yang tidak meledak, manager Alex mengatur agar Alex berduet dengan Cara Corman, penyanyi muda yang sedang naik daun. Cora yang memang fans Alex menginginkan Alex menulis lagu untuk duet mereka. Masalahnya, Alex bukanlah penulis lagu. Ia kesulitan dalam membuat lirik.

Adalah sophie Fisher (Drew Barrymore) yang bekerja untuk Alex sebagai pengurus tanamannya, ternyata memiliki bakat terpendam untuk menciptakan lirik yang indah. Alex pun meyakinkan Sophie untuk menulis lagu bersamanya. Meski berulangkali menolak, Sophie akhirnya setuju juga. Dalam proses penciptaan lagu tsb, mereka menjadi dekat.

Dua orang yang merasa gagal dengan karir mereka akhirnya bisa bekerjasama sebagai satu tim dan menelurkan karya yang mendapat apresiasi positif. Sophie tadinya berniat menjadi penulis tapi berhenti mengejar mimpinya setelah menerima kritik pedas dari mantan kekasihnya yang adalah seorang penulis terkenal. Alex juga memerlukan lompatan besar setelah penjualan album solonya yang tidak sukses. Alex men-support Sophie dengan berkata bahwa menulis lirik juga merupakan bagian dari proses menulis. Sophie masih tetap dapat melakukan pekerjaan yang disukainya. Sophie juga memberikan pandangannya pada Alex bahwa membuat orang gembira dengan menyanyikan hits lamanya adalah hal yang berarti.

Yang bisa kita pelajari dari film ini adalah:
Jika kita tidak cukup baik mengerjakan suatu hal seorang diri, mungkin kita harus melakukannya dalam kerja tim.
Raising Helen


Helen Harris (Kate Hudson) adalah seorang modeling agent dengan karir gemilang. Kehidupan sosialnya pun sangat menyenangkan. Keadaan ini mendadak berubah ketika saudara perempuanya, Lindsay (Felicity Huffman) mendadak meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan dan menyerahkan hak pengasuhan ketiga keponakannya: Henry (Spencer Breslin), Audrey (Hayden Panettiere), dan Sarah (Abigail Breslin) kepada Helen. Ini di luar perkiraan semua orang karena Jenny (Joan Cusack), saudara perempuan mereka sebenarnya lebih cocok untuk menjadi ibu. Demi memenuhi isi surat wasiat tsb, Helen pun pindah ke apartemen baru dengan memboyong ketiga keponakannya.

Mengurus tiga orang anak sekaligus membuat Helen tidak bisa berkonsentrasi dengan pekerjaannya. Helen pun dipecat dan terpaksa bekerja sebagai resepsionis di sebuah dealer mobil. Keadaan makin runyam saat Audrey bergaul dengan anak berandal dan menolak dinasihati. Merasa tidak sanggup mengurus ketiganya, Helen menyerahkan pengasuhan mereka kepada Jenny. Saat Helen berhasil mendapatkan pekerjaan lamanya dan menjalani kehidupannya yang dulu sebelum Lindsay meninggal, ia justru merasa ada yang hilang. Helen pun meminta Jenny untuk mengembalikan hak pengasuhan Audrey, Henry, dan Sarah kepadanya.

Yang bisa dipetik dari film ini adalah:
Mengurus keluarga dan berkorban untuk mereka, hal ini bukanlah sebuah kutukan. Ini adalah sebuah kesempatan dan anugerah; karena di saat kita melakukannya; tanpa sadar kita tengah bertumbuh menjadi pribadi yang lebih dewasa.

2 komentar:

Fanda mengatakan...

Setuju bahwa film komedi tanpa slapstick sering memberikan 2 keuntungan sekaligus, hiburan sekaligus pelajaran hidup.
Nice posting!

Grace Receiver mengatakan...

Thx. Semoga lebih banyak lagi diproduksi film komedi yang tidak cuma lucu, tapi juga sarat pelajaran hidup.