Translate

Total Tayangan Laman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Selasa, 24 Maret 2009

Review Film Confession Of A Shopaholic


Film ini diadaptasi dari novel karya Sophie Kinsella berjudul "Confession of A Shopaholic" dan "Shopaholic Takes Manhattan". Di Indonesia kedua buku ini telah diterbitkan Penerbit Gramedia dengan judul "Pengakuan si Gila Belanja" dan "Si Gila Belanja Merambah Manhattan".

Rebecca Bloomwood (Isla Fisher) adalah lajang berusia 25 tahun yang sehari-harinya bekerja sebagai penulis di sebuah majalah. Karena hobi berbelanjanya, Rebecca pun terlilit hutang dalam jumlah besar. Belum sempat melunasi hutangnya, Rebecca tiba-tiba diberhentikan dari pekerjaannya. Ia pun terpaksa melamar ke perusahaan lain dengan melebihkan resumenya.

Saat Rebecca dipanggil interview, dia pun membeli scarf hijau. Sayangnya kartu kreditnya sebagian sudah ditolak, sehingga ia harus berlari ke mesin ATM terdekat untuk menarik $23. Berhubung antrian di ATM cukup panjang, Rebecca pun membujuk seorang penjual hotdog untuk memberinya $23 dan akan ditukar dengan cek. Terkesan dengan kegigihannya, seorang pria memberinya $23 dengan cuma-cuma. Tak dinyana pria itu adalah calon atasannya.

Setelah diterima bekerja, Rebecca pun terpaksa berbohong kepada rekan-rekan kerjanya demi menghindari debt collector yang sudah mencarinya selama setahun yang menagih hutang hingga ke kantor barunya.

Sadar dirinya memang kecanduan belanja, Rebecca pun mengikuti terapi untuk orang-orang yang shopaholic. Keadaan makin kisruh ketika terapisnya memaksanya memberikan gaun yang diberikan sahabatnya, Suze (Krysten Ritter) ke badan amal. Suze marah besar karena gaun itu seharusnya dipakai Rebecca saat pernikahan Suze.

Di akhir film, Rebecca terpaksa melelang semua barang-barang bermerk yang dimilikinya untuk membayar tagihan kartu kreditnya yang membengkak dan menebus kesalahannya pada Suze.

Film ini sangat feminin & girly. Scene di mana Rebecca terpaksa merelakan scarf hijaunya ke pemilik barunya cukup lucu dan khas wanita

Tidak ada komentar: