Translate

Total Tayangan Halaman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Sabtu, 07 Maret 2009

Review Film The Boy in the Striped Pajamas


Film ini diangkat dari novel laris karangan John Boyne dengan judul yang sama, bercerita tentang Bruno ( Asa Butterfield), seorang anak berusia 8 tahun yang tadinya tinggal di Berlin. Karena ayahnya, Ralf mendapatkan kenaikan jabatan, mereka pun pindah rumah. Tidak seperti kakaknya, Gretel (Amber Blattie), Bruno merasa tidak gembira karena enggan berpisah dengan ketiga temannya: Karl, Leon dan Martin. Apalagi ia tidak diijinkan bermain di luar rumah.

Suatu kali Bruno menyelinap ke luar dan berkenalan dengan Shmuel (Jack Scanlon), seorang anak Yahudi yang seusia dengannya dan tinggal di kamp kerja paksa. Bruno dan Shmuel hanya dapat berbincang dan bermain catur karena kamp tempat Shmuel tinggal dibatasi pagar berarus listrik.

Suatu kali Shmuel ditugaskan untuk melap gelas di rumah Bruno. Seperti biasa Bruno memberikan Shmuel makanan, tapi kali ini ia dipergoki oleh Kotler, bawahan ayah Bruno. Karena takut, Bruno menyangkal telah memberikan kue kepada Shmuel. Akibatnya Shmuel pun mendapatkan hukuman.

Selama berhari-hari Bruno kembali mencari Shmuel tapi tidak ia temukan.Ketika akhirnya Shmuel muncul kembali, matanya lebam. Bruno pun minta maaf dan berjanji untuk menebus kesalahannya.

Sementara itu ibu Bruno, Elsa (Vera Farmiga) yang tidak tahan begitu mengetahui kekejaman nazi terhadap orang Yahudi di kamp kerja paksa mendesak suaminya untuk membawa mereka pindah ke Heidelberg. Berbarengan dengan itu, ayah Shmuel hilang. Bruno yang ingin menebus kesalahannya menggali tanah dan masuk ke kamp untuk membantu Shmuel mencari ayahnya. Malangnya, Bruno, Shmuel dan orang Yahudi lainnya digiring ke ruangan gas dan dieksekusi.

Begitu sadar Bruno hilang, Elsa, Gretel dan Ralf berusaha mencari Bruno. Ketika akhirnya jejak Bruno ditemukan, semuanya sudah terlambat. Elsa pun hanya bisa meratapi kepergian Bruno.

Adegan terakhir di film ini terasa sangat menyentuh; ketika Bruno dan Shmuel berpegangan tangan saat lampu dimatikan dan hukuman mati pun dijalankan.

Tidak ada komentar: