Translate

Total Tayangan Halaman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Senin, 08 September 2008

Formula One Bagi Saya - Oleh: Selvia Lusman

Sejak tahun 2000, saya sudah mengikuti berita-berita seputar Formula One dan menonton race-nya di tv. Di masa-masa awal saya berkenalan dengan yang namanya Formula One, saya menjadi fans dari Jacques Villeneuve. Pria Kanada yang tetap memutuskan untuk menjadi pembalap meski ayahnya, Gilles Villeneuve yang juga pembalap Formula One tewas dalam suatu balapan. Saya juga mengagumi Jacques karena dia tidak pernah takut menyuarakan apa yang ada dalam pikirannya, meski dengan begitu ia jadi menyandang cap pembalap arogan. Ketika akhirnya karir Jacques surut setelah salah bergabung ke tim BAR Honda yang membuatnya tidak lagi diperhitungkan dalam kancah perebutan gelar juara dunia, saya tetap mengaguminya karena Jacques tidak berubah. Dia tetap bicara ceplas-ceplos. Pembalap Formula One kedua yang saya kagumi adalah Kimi Raikkonen. Ketika ia pertama kalinya mendapat kesempatan tes dengan tim Sauber, Peter Sauber merasa terkesan dengan kecepatannya di atas trek. Kimi pun membalap selama setahun di tim Sauber Petronas, tahun berikutnya Kimi pindah ke tim Mclaren. Perjalanan karir Kimi tidak mudah. Untuk masuk ke Formula One, ia perlu mengantungi super-license dan ia mendapatkannya. Pada saat itu ada beberapa pembalap yang mengecamnya, meremehkannya dan menganggapnya minim pengalaman sehingga bisa membahayakan pembalap lain di atas trek. Komentar semacam itu juga keluar dari mulut Jacques (di kemudian hari Jacques meralat pendapatnya tentang Kimi - itu menjadi salah 1 alasan saya mengagumi Jacques, karena dia bukan jenis orang yang gengsi mengakui ia salah - jika ia memang salah), tapi Kimi berhasil membungkam semua kritik itu dengan menorehkan poin pertama di balapan pertamanya. Tahun berikutnya hingga tahun 2006 adalah perjuangan tanpa hasil untuk merebut gelar juara dunia. Sekian tahun menantikan kesempatan membuktikan diri, pada tahun 2007 lalu ia akhirnya berhasil mencatatkan diri sebagai salah satu pembalap yang menjadi juara dunia dalam sejarah Formula One. Perjalanan panjang dari seorang pembalap yang diremehkan menjadi pembalap dengan label Flying Finn (karena Kimi berkebangsaan Finlandia (Finn), dan jika ia sudah di atas trek, Kimi demikian melesat dengan mobil tunggangannya hingga seolah terbang). Data, catatan waktu, dan semua berita seputar dirinya tidak cukup menggambarkan betapa inspiratifnya semua manuver balap yang sudah ia lakukan. Bahkan tahun-tahun penuh kegagalan akibat kendala mesin yang tidak reliable, kerusakan gearbox, spin, set-up mobil yang amburadul, insiden balap, dan macam-macam lagi yang membuat gelar juara dunianya tertunda demikian lama tidak membuat saya dan fans Kimi yang lainnya berhenti meyakini bahwa ia memang ditakdirkan sebagai seorang juara, bahkan juara dunia. Dua Grand Prix sebelumnya Kimi retired dan tidak memperoleh poin, demikian juga race di GP Belgia kemarin. Hanya tinggal tersisa 2 lap lagi tapi Kimi gagal meraih kemenangannya setelah mobilnya terpuruk di tepi trek. Tapi lihatlah betapa gigih ia berusaha mempertahankan posisi no.1 yang tadinya adalah miliknya! Lihat betapa ia berjuang keras menyalip kembali Lewis Hamilton. Meskipun gagal, bagi saya aksinya tetap heroik. Lalu yang lebih mengagumkan, di tengah komentar banyak orang yang mengatakan ia sudah tidak lagi masuk perhitungan dalam perebutan gelar juara dunia tahun ini, ia malah berkata bahwa dia belum menyerah. Ketika orang mengkritik bahwa ia tidak seharusnya ngotot menyalip Hamilton yang membuatnya jadi tidak meraih sebuah poin pun, ia menjawab bahwa posisi 2 tidak cukup bagus. Yang membuat saya heran, mengapa masih saja ada orang yang berpikir bahwa Kimi telah kehilangan motivasi untuk mempertahankan gelar setelah tahun lalu ia berhasil meraih title juara dunia. Jika ia sudah kehabisan motivasi, mengapa ia mau repot-repot bicara kepada media bahwa dia belum menyerah? Setidaknya bagi saya, dari caranya bicara dan memotivasi dirinya, terlihat jelas kepribadiannya yang kuat dan matang. Kegagalan bukanlah kutukan. Gagal hari ini bukan berarti akan gagal selamanya. Hingga detik ini, Kimi masih menjadi inspirasi saya. Saya yakin dari awal karirnya, Kimi telah dan akan terus mengumpulkan lebih banyak poin dan kemenangan, dia juga akan terus mengumpulkan fans-fans baru bagi dirinya sepanjang karirnya. Saya berharap musim ini akan jadi musim yang sama menakjubkannya dengan tahun lalu, dari seorang yang dianggap bukan lagi ancaman bagi perebutan gelar juara dunia, dia dapat menciptakan keajaiban bagi dirinya. Tapi kalau pun tidak, bagi semua orang yang mengaku sebagai fans-nya, dengan titel juara dunia/tidak, Kimi tetap seorang juara dunia di hati semua orang yang mengaguminya.

Tidak ada komentar: