Translate

Total Tayangan Laman

Note

Note: For blogger friends who ever exchange links with me and have removed the blog or change your address, I have removed your link from my blog; including blogs that causes downloaded so difficult. Please remove my link from your blog. Thank you.

Catatan: Bagi teman-teman blogger yang pernah tukar link dengan saya dan telah menghapus blognya atau pindah alamat, saya telah menghapus link kalian dari blog saya; termasuk juga blog yang menyebabkan download jadi sukar. Silakan hapus link saya dari blog kalian. Terima kasih.

Arsip Blog

Selasa, 09 Juni 2015

Vulkanik

Lelah dan kalah.
Tak ingin lagi mengalah.
Sebab, ada kalanya cukup benar-benar cukup.

Aku adalah gunung berapi yang tak bisa lagi menahan magmanya.
Tak bisa yang lain selain memuntahkan yang telah lama disimpan,
Tak kuasa menahan lahar panas tetap terpendam.
Sudah waktunya meletuskan :
Abu, debu, bencana, prahara,
Semburan yang menunggu lama untuk bisa muncul ke permukaan,
Meletupkan semua yang terkubur lama di dalam,
Hingga tersisa luka dan duka,
Berseling dengan murka,
Berjalinan dengan angkara.

Rabu, 03 Juni 2015

Pagi dan Juni


Pagi pertama di bulan Juni.
Kesunyian menyelinap.
Lalu ia membuka topengnya, menunjukkan kehadirannya.
Angkara pun merayap.
Betapa aku lebih menyukai topengnya dari wajah angkaranya.

Kegusaran perlahan lenyap.

Angkara telah memakai lagi topengnya.

Pagi pun kembali senyap.

Sebelum pagi pertama di bulan Juni berlalu,
Izinkan aku mengubah wajah angkaramu, jadi kesunyian yang senyap.
Mencoba memaknai hadirmu, tak rela kau pergi laksana asap.

Senin, 18 Mei 2015

Review Novel Märchenmond (Dongeng Negeri Bulan)

Novel yang berjudul asli Märchenmond dan ditulis oleh Wolfgang dan Heike Hohlbein ini terdiri dari 20 bagian. Mengisahkan tentang seorang remaja lelaki bernama Kim Larssen dan kedua orang tuanya yang sedang dirundung duka karena Rebekka, adik perempuan Kim tiba-tiba saja koma setelah menjalani operasi usus buntu. Setelah kelelahan sepulangnya dari kunjungan ke rumah sakit untuk menengok adiknya yang masih belum siuman, Kim pun jatuh tertidur. Ia terbangun oleh suara Themistokles, seorang penyihir baik dari Dongeng Negeri Bulan yang memintanya untuk datang menolong adiknya yang tersesat dan ditawan oleh Boraas di istana Morgon. Secara ajaib Kim menemukan jalan masuk dan dengan pesawat viper, ia bertekad memasuki Dongeng Negeri Bulan. Sayangnya pesawat Kim jatuh dan dia malah menjadi tawanan Boraas sebelum akhirnya dapat melarikan diri.

Menjadi pelarian yang dikejar oleh tentara hitam anak buah Boraas dengan tangan kanannya, Baron Kart dan Bangsawan Hitam, makhluk jahat yang memenuhi ramalan, Kim pun dengan sebuah keberuntungan berhasil melewati Pegunungan Bayang-Bayang, ditolong oleh Ado dan ayahnya, Raja Kolam, para tak, serta dikawal oleh raksasa bernama Gorg, dan beruang bermata satu bernama Kelhim. Kim akhirnya bisa bertemu Themistokles dan rakyat Gorywynn, mencari sekutu dari ksatria Padang Ilalang dengan pangerannya yang tersisa, Priwinn. Dengan menunggangi seekor naga emas bernama Rangarig, mereka berusaha meminta pertolongan dari Raja Pelangi.

Setelah berhasil meyakinkan Raja Pelangi untuk meninggalkan istananya, Kim baru sadar ia selama ini dimanfaatkan oleh Boraas, pertahanan Gorywynn runtuh, Raja Pelangi dan Themistokles terbunuh menyusul
kematian Raja Kolam yang meninggal terlebih dulu saat mengorbankan nyawanya untuk melindungi Kim dan kawan-kawannya dari kejaran tentara hitam. Kim sendiri terbunuh oleh Bangsawan Hitam yang ternyata adalah sisi jahat dari dirinya sendiri. Namun, tak dinyana tindakan membunuh Themistokles yang adalah bagian baik dari diri Boraas dan membunuh Kim yang adalah bagian baik dari diri Bangsawan Hitam justru membuat keadaan menjadi terbalik. Keadaan terpulihkan seperti sebelum perang. Raja Kolam, Themistokles, dan Kim hidup kembali. Pegunungan Bayang-Bayang menghilang bersama Boraas dan Bangsawan Hitam. Rebekka pun telah siuman. Kim dan Rebekka pun berhasil kembali ke dunia mereka. Kim terbangun dari tidurnya dan bersama kedua orang tuanya, mereka menuju rumah sakit karena Rebekka telah siuman.

Saya tidak bisa menentukan apakah novel bergenre sci-fi ini sebenarnya ditujukan untuk anak-anak atau orang dewasa. Jika ditujukan untuk anak-anak bagian pertamanya yang mengisahkan Rebekka yang koma setelah operasi usus buntu rasanya terlalu "berat" untuk anak-anak dan percakapan antar karakternya juga terlalu filosofis. Kalau pun ditujukan untuk pembaca dewasa rasanya juga terlalu kekanak-kanakan karena benar-benar seperti dongeng, diceritakan dengan plot yang panjang, rumit, dan terkesan berbelit-belit sehingga melelahkan, sehingga untuk pembaca yang tak sabaran seperti saya plotnya jadi terkesan lamban. Selama beberapa bab awal cerita hanya berputar-putar seputar Kim yang mengelabui Boraas dan anak buahnya dengan mengenakan pakaian tentara hitam yang ia rampas dari salah satu anak buah Boraas yang ia lumpuhkan. Lalu deskripsi perjalanan yang rumit dan sulit seperti tidak ada habisnya. Sampai di bagian terakhir pun cerita sepertinya berakhir mengenaskan, lalu tiba-tiba berakhir bahagia dengan penjelasan yang terkesan filosofis, dan cerita berakhir dengan kembali ke dunia nyata, lepas dari Dongeng Negeri Bulan.

Secara keseluruhan, novel ini sangat imajinatif, ditulis dengan detail yang sempurna dan rapi, bahkan terlalu rapi (menurut saya), lumayan menghibur (jika Anda termasuk pembaca yang sabar dan tak terlalu penasaran bagaimana endingnya), dan yang paling penting, berakhir dengan happy ending. Sisanya, tergantung dari selera Anda untuk menentukan apakah novel yang konon "Best Seller International" ini memang pantas dinilai bagus.

Selasa, 28 April 2015

SATU



Tak ingin melihat sakura mekar,
tak berhasrat melihat mentari terbenam.

Tak ingin menyaksikan surya menandai fajar,
tak peduli pada sinar rembulan.

Tak ingin menjejakkan kaki di kota-kota yang tak kukenal,
tak ingin mengasingkan diri dalam perantauan.

Tak kugubris kebun, taman, air mancur, dan lampu kota,
Tak ada niat menyusuri istal, paviliun, bahkan istana,

Tak kuhirau replika surga atau miniatur nirwana,

Hanya satu yang kuingin kutatap selamanya,
Dirimu !

Dan senyum yang berpulas di wajahmu.